Pencarian

Produksi Sawit Rakyat Kaltim Capai 741 Ribu Ton per Tahun, Siap Dukung Program B50 Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 • 11:30:00 WIB
Produksi Sawit Rakyat Kaltim Capai 741 Ribu Ton per Tahun, Siap Dukung Program B50 Nasional
Produksi kelapa sawit rakyat Kaltim mencapai 741 ribu ton per tahun untuk mendukung program B50.

BALIKPAPAN — Pasokan kelapa sawit dari perkebunan rakyat di Kalimantan Timur dinilai mampu memenuhi kebutuhan program B50 yang tengah didorong pemerintah pusat. Angka produksi yang mencapai 741 ribu ton per tahun menjadi modal utama untuk memperkuat ketahanan energi nasional dari sektor hilir sawit.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, saat dikonfirmasi di Balikpapan, menyebutkan bahwa 109 pabrik kelapa sawit yang sudah beroperasi siap menyerap hasil panen petani. “Dengan infrastruktur yang ada, kami optimistis pasokan untuk B50 tidak akan terkendala,” ujarnya.

Kesiapan Petani dan Pabrik Kelapa Sawit

Para petani sawit di Kaltim, terutama yang tergabung dalam koperasi dan kelompok tani, sudah terbiasa dengan sistem kemitraan bersama perusahaan. Pola ini memudahkan distribusi tandan buah segar (TBS) ke pabrik-pabrik terdekat.

Sebanyak 109 PKS yang tersebar di Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Paser menjadi penopang utama. Kapasitas olah pabrik-pabrik ini, menurut catatan Dinas Perkebunan, mencapai lebih dari 3.000 ton TBS per jam.

Dampak Program B50 bagi Ekonomi Rakyat

Program B50 tidak hanya soal energi terbarukan. Bagi petani sawit di Kaltim, kebijakan ini berarti kepastian serap hasil panen dalam jangka panjang. Harga TBS di tingkat petani pun diharapkan lebih stabil karena permintaan dari industri biodiesel terus meningkat.

Pemerintah provinsi terus mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR). “Kami ingin petani sawit di Kaltim menjadi bagian dari solusi energi nasional,” tambah Kepala Dinas Perkebunan.

Target B50 dan Tantangan di Lapangan

Pemerintah menargetkan implementasi B50 berjalan bertahap mulai tahun ini. Namun, tantangan seperti kesesuaian spesifikasi mesin kendaraan dan infrastruktur distribusi biodiesel masih perlu dirampungkan.

Di sisi hulu, Kaltim dinilai sudah siap. Dengan produksi 741 ribu ton per tahun dan dukungan pabrik yang memadai, provinsi ini bisa menjadi salah satu pemasok utama untuk program biodiesel nasional ke depan.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks