BALIKPAPAN — Ratusan peserta dari enam provinsi di Indonesia mengikuti pelatihan SPPI yang berlangsung selama enam bulan di Kota Balikpapan. Program ini dirancang untuk mencetak calon pengelola KDKMP yang kompeten di bidang bela negara dan manajerial.
Para peserta berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, NTT, dan Bali. Mereka mengikuti serangkaian materi yang mencakup pendidikan bela negara serta keterampilan manajerial untuk mendukung ketahanan pangan di tingkat desa dan kampung.
Mengapa Program Ini Penting untuk Ketahanan Pangan?
Pelatihan SPPI merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang siap mengelola KDKMP. Kawasan ini menjadi salah satu strategi nasional untuk memperkuat kemandirian pangan di daerah-daerah terpencil dan perbatasan.
Peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik lapangan yang relevan dengan kondisi sosial-ekonomi di masing-masing daerah asal. Hal ini diharapkan mampu menciptakan pengelola yang adaptif dan inovatif.
Lokasi Pelatihan dan Asal Peserta
Seluruh kegiatan pelatihan dipusatkan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis karena aksesibilitas dan infrastruktur pendukung yang memadai.
Peserta dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menjadi kelompok terdekat, sementara peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, dan Bali harus menempuh perjalanan lebih jauh. Meski demikian, antusiasme mereka terlihat tinggi selama proses pelatihan berlangsung.
Target: Tenaga Profesional untuk KDKMP
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta diharapkan mampu mengelola KDKMP secara profesional. Program ini tidak hanya fokus pada aspek teknis pertanian, tetapi juga manajemen organisasi dan kepemimpinan.
KDKMP sendiri merupakan konsep pengembangan kawasan yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem mandiri. Kehadiran pengelola yang terlatih menjadi kunci keberhasilan program ini di lapangan.
Pelatihan SPPI di Balikpapan menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan kader-kader tangguh di bidang ketahanan pangan nasional.