BERAU — Bupati Berau Sri Juniarsih Mas secara resmi membuka MTQ ke-56 yang berlangsung di Kecamatan Talisayan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa MTQ bukanlah sekadar ajang adu kemampuan membaca Al-Quran, melainkan wadah strategis untuk membangun peradaban masyarakat yang berakhlak mulia.
"MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana strategis untuk membangun mental dan spiritual masyarakat melalui pengamalan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari," ujar Sri di Tanjung Redeb, Sabtu.
Enam Cabang Dipertandingkan, dari Tilawah hingga Karya Tulis
MTQ ke-56 Berau mempertandingkan enam cabang lomba. Rinciannya meliputi Tilawah Al-Quran golongan anak-anak, remaja, dan dewasa; Qiraat Sabah remaja dan dewasa; Tahfiz 1 juz, 5 juz, dan tartil; Musabaqah Khattil Quran; serta Karya Tulis Ilmiah Al-Quran.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Berau. Mereka tidak hanya berlomba untuk menjadi yang terbaik, tetapi juga untuk mendapatkan pembinaan berkelanjutan dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).
Pembinaan Berkelanjutan untuk Lahirkan Hafiz dan Hafizah Berprestasi
Bupati Sri mendorong LPTQ, para ustaz, dan ustazah untuk terus melakukan pembinaan secara konsisten. Ia meminta agar pelatihan dilakukan secara berkelanjutan dan dievaluasi secara berkala.
"Hal yang lebih penting dari MTQ adalah syiar Islam, menanamkan nilai-nilai Quran sejak dini hingga dewasa agar menjadi bagian dari kepribadian dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.
Menurutnya, pembinaan yang konsisten akan melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi yang tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga mengimplementasikan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kecamatan Talisayan: Tuan Rumah yang Pererat Ukhuwah Islamiah
Camat Talisayan, Mutmainah, menyatakan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada kecamatannya sebagai tuan rumah. Ia menilai amanah ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiah sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani di wilayahnya.
Bupati Sri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi, mulai dari panitia pelaksana, LPTQ Berau, dewan hakim, hingga para pelatih dan pendamping. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Berau untuk terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak karimah.
"Ini adalah langkah penyeimbang antara pembangunan fisik maupun mental spiritual," ujar Sri.