Pencarian

El Nino Makin Aktif, BMKG Sebut PPU dan Balikpapan Zona Paling Rawan Karhutla di Kaltim

Minggu, 12 Juli 2026 • 11:21:01 WIB
El Nino Makin Aktif, BMKG Sebut PPU dan Balikpapan Zona Paling Rawan Karhutla di Kaltim
Monsun Australia dan El Nino aktif meningkatkan risiko karhutla di Kalimantan Timur.

BALIKPAPAN — Hawa panas yang menyengat di Kalimantan Timur belakangan ini bukan sekadar cuaca biasa. Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan bahwa kondisi itu didominasi pengaruh Monsun Australia yang membawa massa udara lebih kering ke wilayah Indonesia.

“Faktor panas yang paling dominan saat ini karena kita sudah memasuki musim timuran atau Monsun Australia yang membawa sifat udara lebih kering. El Nino juga sedang menuju fase aktifnya, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujar Huda, Jumat (10/7/2026).

Puncak Dampak Baru Tiga Bulan Lagi

Meski suhu panas sudah terasa, BMKG menegaskan situasi saat ini belum berada pada titik ekstrem. Berdasarkan kajian mendalam, imbas El Nino yang paling signifikan baru akan menghantam Kaltim dalam tiga bulan ke depan.

“Untuk saat ini belum masuk puncak dampak El Nino. Puncaknya diperkirakan terjadi pada September, Oktober, dan November,” urainya.

116 Titik Panas Terdeteksi, Kutim Tertinggi

Kendati belum mencapai puncak, data satelit BMKG per Kamis (9/7) sudah mendeteksi total 116 titik panas di seluruh Kaltim. Kutai Timur menjadi daerah dengan sebaran tertinggi yakni 48 titik, disusul Kabupaten Paser dengan 34 titik.

Kabupaten Kutai Kartanegara mencatatkan 18 titik panas, Kabupaten Berau 6 titik, dan Kota Bontang terpantau memiliki 2 titik panas. Namun, konsentrasi titik panas yang paling mengkhawatirkan berada di wilayah selatan.

Mengapa PPU dan Balikpapan Jadi Sorotan?

“Kalau dilihat dari titik hotspot, pengamatan terakhir berada di wilayah selatan seperti PPU dan Balikpapan. Itu yang menjadi perhatian kami saat ini,” tegas Huda.

BMKG memproyeksikan tingkat kerawanan karhutla di Benua Etam berada pada level mengkhawatirkan. Langkah antisipasi dini dan kesiapsiagaan seluruh pihak dinilai sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kebakaran skala besar.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: eksposkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks