KALIMANTAN TIMUR — Pertandingan di Stade de France, Saint-Denis, pada Rabu (8/7/1998) lalu menjadi saksi bisu bagaimana seorang bek tengah tiba-tiba menjelma menjadi mesin gol. Thuram, yang dikenal sebagai pemain bertahan tangguh, justru memborong seluruh gol kemenangan timnya di laga hidup-mati tersebut.
Dua Gol yang Mengubah Sejarah
Kroasia sempat membuat tuan rumah terdiam setelah Davor Suker mencetak gol lebih dulu pada menit ke-46. Namun, Thuram merespons dengan cara yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Pada menit ke-47, ia melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Drazen Ladic. Gol tersebut menjadi penyeimbang sekaligus membakar semangat seluruh pemain Prancis.
Hanya berselang 23 menit, tepatnya di menit ke-70, Thuram kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, ia menyelesaikan umpan dari Youri Djorkaeff dengan sepakan terukur yang bersarang di pojok gawang Kroasia.
Statistik yang Mencengangkan
Yang membuat pencapaian ini begitu istimewa adalah fakta bahwa dua gol tersebut merupakan satu-satunya gol yang dicetak Thuram sepanjang 142 penampilannya untuk Timnas Prancis. Ia adalah seorang bek murni yang lebih sering menghentikan serangan lawan daripada menyelesaikannya.
- Pencetak gol: Lilian Thuram (2 gol) vs Davor Suker (1 gol)
- Stadion: Stade de France, Saint-Denis
- Babak: Semifinal Piala Dunia 1998
Dampak Langsung ke Partai Final
Kemenangan ini mengantarkan Prancis ke final untuk pertama kalinya sejak 1982. Mereka pun sukses menjadi juara dunia setelah mengalahkan Brasil 3-0 di partai puncak. Sementara bagi Thuram, dua gol di semifinal itu menjadi warisan abadi dalam sejarah sepak bola Prancis.
“Ini adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan,” kata Thuram dalam wawancara pasca-pertandingan. “Saya bukan seorang pencetak gol, tapi malam ini segalanya terasa sempurna.”
Kisah unik ini membuktikan bahwa Piala Dunia selalu punya cara untuk melahirkan pahlawan dari tempat yang paling tak terduga.