Pencarian

Di MTs Al Misra Samarinda, Program Makan Bergizi Gratis Mengajarkan Syukur Hingga Pisang Diperam Dua Hari

Jumat, 17 Juli 2026 • 12:38:31 WIB
Di MTs Al Misra Samarinda, Program Makan Bergizi Gratis Mengajarkan Syukur Hingga Pisang Diperam Dua Hari
Siswa MTs Al Misra Samarinda diwajibkan menghabiskan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari pendidikan karakter.

SAMARINDA — Di sebuah ruang makan sederhana MTs Al Misra, Jalan Emboen Suryana, Samarinda, program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan aturan yang tidak biasa. Kepala sekolah Langkane, S.Pd., menegaskan bahwa setiap nampan harus bersih saat petugas dapur datang menjemput. Jika ada makanan utuh karena siswa tidak masuk, sekolah membungkusnya dan memberikannya kepada warga yang membutuhkan.

“Semua nampan harus kosong ketika petugas dapur MBG datang mengambilnya,” kata Langkane kepada wartawan Syafruddin saat berkunjung ke sekolah tersebut.

Pisang Mentah Tak Dibuang, Diperam Dua Hari

Sekolah yang sebagian besar muridnya berasal dari kalangan ekonomi bawah ini menghadapi tantangan unik. Buah pisang yang menjadi bagian dari menu MBG kerap kali masih mentah sehingga anak-anak enggan memakannya. Alih-alih membuangnya, para guru memilih merendam atau memperam pisang tersebut selama dua hari hingga matang, lalu membagikannya kembali kepada siswa.

“Kami minta jangan dibuang. Pisang itu kami peram. Dua hari kemudian setelah matang, kami bagikan lagi,” cerita seorang guru.

Menu MBG: Paha Ayam, Tahu, dan Sayur, tapi Tanpa Sambal

Menu yang disajikan setiap hari meliputi nasi putih, sepotong paha ayam goreng, dua potong tahu berbumbu, tumisan sawi putih, wortel, jagung, dan sebiji pisang. Namun, sejak program berjalan, belum pernah ada sambal atau kecap dalam paket makanan tersebut. Untuk mengatasi hal ini, para wali kelas membeli sambal dan kecap kemasan menggunakan uang kas kelas.

“Padahal, banyak anak terbiasa makan dengan sambal atau kecap,” ujar Langkane sambil tersenyum.

Doa Sebelum Makan dan Pendidikan Syukur

Setiap hari sebelum menyentuh makanan, seluruh siswa diminta berdoa bersama. Ruang makan yang semula riuh mendadak hening. Setelah selesai, doa kembali dipanjatkan. Langkane menilai kebiasaan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang tidak terpisahkan dari program gizi.

“Makan ternyata bukan hanya urusan mengisi perut. Ia juga menjadi cara mendidik anak untuk mensyukuri rezeki,” tulis Syafruddin dalam laporannya.

Sejak 20 Tahun Lalu, Tingkat Kelulusan 100 Persen

MTs Al Misra telah berdiri selama 20 tahun dan mencatatkan tingkat kelulusan 100 persen. Meskipun sumbangan bulanan sebesar Rp 75.000 sering menunggak, semangat para guru dan siswa tidak pernah surut. Program MBG di sekolah ini menjadi contoh bagaimana kebijakan besar dapat bernapas melalui cerita-cerita kecil di lapangan.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: solidaritas.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks