Pembuatan dekorasi kemerdekaan tersebut tidak sekadar mengisi waktu, melainkan memberikan pengalaman wirausaha bagi warga binaan. Puang Dirham menyebut kegiatan ini sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan etos kerja positif.
"Hasil karya dari dalam lapas ini memiliki nilai jual tinggi sehingga mampu melatih kemandirian finansial mereka," ujar Puang Dirham di Samarinda, Kamis.
Lahan Terbatas, Panen Sawi hingga Cabai Berkelanjutan
Selain kerajinan tangan dan menjahit, Lapas Narkotika Samarinda mengembangkan sektor pertanian serta perikanan untuk mendukung program ketahanan pangan. Pengelolaan lahan produktif yang melibatkan warga binaan diwujudkan melalui panen tanaman hortikultura seperti sawi dan terong ungu media polybag, hingga budidaya cabai secara berkelanjutan.
"Pemanfaatan lahan terbatas ini membuktikan bahwa hambatan tempat tidak menghalangi warga binaan untuk menghasilkan produk pangan berkualitas," tutur Puang Dirham.
Seribu Bibit Ikan Nila Ditebar, Hasil untuk Konsumsi Lapas
Sektor perikanan juga diperkuat melalui pelepasan seribu bibit ikan nila pada kolam budidaya yang dikelola warga binaan bersama petugas. Praktik budidaya pertanian dan perikanan tersebut secara langsung menanamkan nilai kedisiplinan serta rasa tanggung jawab pribadi selama menjalani masa pidana.
"Ukuran keberhasilan pembinaan bukan hanya hasil panen, melainkan perubahan perilaku serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia," ujar Puang Dirham.
Seluruh hasil produksi pertanian dan perikanan, kata dia, dimanfaatkan untuk mendukung konsumsi internal lapas sekaligus membuktikan kemampuan karya warga binaan.
Komitmen Perluas Komoditas dan Jaringan Pemasaran
Pengelola lapas berkomitmen memperluas jenis komoditas budidaya serta meningkatkan jaringan pemasaran produk binaan di masa mendatang. Puang Dirham berharap seluruh keterampilan ini menjadi modal berharga bagi warga binaan saat bebas kelak agar dapat diterima kembali oleh masyarakat.