SAMARINDA — Arus ekspor hasil laut Kalimantan Timur terus menguat. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim mencatat lima komoditas perikanan unggulan berhasil menembus pasar dua belas negara, mulai dari Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, hingga Taiwan pada paruh pertama tahun 2026.
Kabid Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, menyebut total pengiriman mencapai 1.446 ton. Dari angka tersebut, perolehan devisa yang dihasilkan menembus Rp192,9 miliar.
Udang Windu Masih Jadi Andalan Utama
Komoditas udang windu menempati posisi puncak dengan volume pengiriman 863,9 ton selama enam bulan pertama. Angka ini jauh melampaui komoditas lainnya dan menjadi tulang punggung ekspor perikanan budidaya di Kaltim.
"Tingginya serapan udang windu dan udang pink beku di negara tujuan membuktikan kualitas produk pembudidaya tambak kita memiliki daya saing unggul," kata Irma Listiawati di Samarinda, Jumat.
Udang pink beku menyusul di urutan kedua dengan volume ekspor 268,7 ton yang menghasilkan nilai Rp35,6 miliar. Sementara itu, udang putih melengkapi daftar lima besar dengan pengiriman 42 ton senilai Rp7,2 miliar.
Ikan Segar Buktikan Kualitas Rantai Dingin Kaltim
Sektor perikanan tangkap turut memberikan kontribusi signifikan. Ikan kerapu segar dikirim sebanyak 104,4 ton dengan nilai Rp8,4 miliar, sementara ikan bawal putih segar menyumbangkan devisa Rp8,9 miliar dari ekspor 77,9 ton.
Keberhasilan mengirim ikan segar ke pasar mancanegara tidak lepas dari penanganan pasca-panen yang ketat. Menurut Irma, konsistensi penerapan standar rantai dingin menjadi kunci utama agar produk tetap berkualitas saat tiba di negara tujuan.
"Keberhasilan produk ikan segar ini bertahan lama di pasar mancanegara merupakan hasil dari konsistensi penerapan standar rantai dingin yang sangat ketat," ujarnya.
Pendampingan Sertifikasi Jadi Kunci Tembus Pasar Global
Pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam mendorong kinerja ekspor ini. DKP Kaltim terus memberikan fasilitas serta pendampingan sertifikasi mutu ekspor untuk memastikan seluruh produk memenuhi standar internasional yang berlaku.
Kelancaran arus perdagangan lintas negara sektor perikanan ini diyakini akan memberikan dampak positif langsung bagi kelangsungan usaha masyarakat pesisir.
"Harapan kami adalah lonjakan kinerja ekspor dari lima komoditas unggulan ini mampu mengangkat kesejahteraan ekonomi nelayan serta pembudidaya lokal," tutup Irma.