SAMARINDA — Angka NTP di atas 100 menandakan petani untung, dan jika sudah menembus 150, maka kehidupan mereka masuk kategori makmur. Capaian Kaltim pada Mei 2026 ini menunjukkan tren positif sejak awal tahun, meskipun sempat terjadi fluktuasi tipis pada Februari dan Maret.
Subsektor Perkebunan Kuasai Puncak, Petani Pangan Paling Tertekan
Dari data BPS Kaltim, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) menjadi primadona dengan skor 211,89. Angka ini menjadi yang tertinggi di antara empat subsektor lainnya, menjadikan petani kelapa sawit, karet, atau kopra sebagai kelompok yang paling diuntungkan secara ekonomi.
Di sisi lain, Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) justru menjadi yang paling rendah, hanya berada di angka 101,71. Meski masih di atas garis untung, tipisnya margin ini menandakan bahwa petani padi dan palawija di Kaltim masih menghadapi tekanan biaya produksi yang hampir setara dengan nilai jual hasil panennya.
Empat Sektor Naik, Satu Sektor Terjun Bebas
Mas'ud Rifai merinci, pada Mei 2026 terdapat empat subsektor yang mencatatkan kenaikan NTP bulanan. Subsektor hortikultura memimpin dengan lonjakan 2,87 persen, disusul peternakan yang naik 1,17 persen, tanaman pangan naik 0,27 persen, dan perkebunan rakyat naik tipis 0,31 persen.
"Sejalan dengan kenaikan NTP, maka nilai tukar usaha pertanian (NTUP) Kaltim pada Mei 2026 juga ikut terdongkrak menjadi 157,02, atau naik 0,46 persen ketimbang NTUP pada April 2026 yang tercatat 156,30," ujar Mas'ud di Samarinda, Kamis.
Namun, tidak semua sektor berjalan mulus. Subsektor perikanan justru mencatatkan penurunan nilai tukar sebesar minus 0,67 persen. Ini menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah daerah, mengingat Kaltim memiliki garis pantai yang panjang dan potensi perikanan yang besar.
Dari Nelayan hingga Peternak: Potret NTP Lengkap Mei 2026
Berikut rincian lengkap NTP lima subsektor di Kaltim pada Mei 2026 berdasarkan survei BPS:
- Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR): 211,89 — paling makmur
- Hortikultura (NTPH): 123,62
- Peternakan (NTPT): 112,08
- Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP): 105,28
- Tanaman Pangan (NTPP): 101,71 — paling rendah
Dengan NTP yang terus berada di atas 100 sejak Januari 2026, sektor pertanian Kaltim menunjukkan resiliensi di tengah dinamika harga komoditas dan biaya saprodi. Namun, kesenjangan antara subsektor perkebunan dan pangan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diatasi.