KALIMANTAN TIMUR — Penundaan ini berarti masa bakti Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI akan berlangsung lebih lama dari periode empat tahun yang diatur statuta. Erick terpilih pada Februari 2023 dan seharusnya mengakhiri kepengurusan pada periode yang sama di 2027, namun agenda pemilihan justru digeser mundur hingga dua bulan setelahnya.
Pertimbangan di Balik Pengunduran Jadwal
Erick Thohir menjelaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa perhitungan. Ia menyebutkan bahwa federasi tengah bersiap menghadapi agenda pemilihan ketua PSSI provinsi (Asprov) pada Oktober dan November tahun ini. Jeda waktu yang lebih panjang dinilai perlu agar program-program sepak bola nasional bisa diselaraskan dengan hasil pemilihan di tingkat provinsi.
"Keputusan untuk menyesuaikan jadwal Kongres Pemilihan dari Mei ke Juli 2027 diambil demi memastikan kesiapan organisasi dan keberlangsungan kompetisi," ujar Erick dalam keterangan resminya seusai kongres.
"Waktu tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kesiapan organisasi yang seperti diketahui, kita juga akan melakukan pemilihan PSSI provinsi pada bulan Oktober dan November tahun ini. Artinya, perlu ada jeda waktu untuk kita berkonsolidasi dengan PSSI provinsi untuk program-program sepakbola kita ke depan," tambahnya.
14 Asprov Nyaris Lumpuh, Plt Jadi Penyelamat Sementara
Kondisi internal federasi menjadi salah satu latar belakang yang tak bisa diabaikan. Saat ini, lebih dari 14 Asprov PSSI tidak memiliki ketua definitif dan hanya dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) yang berasal dari unsur anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
Fenomena ini kian pelik karena sejumlah anggota Exco diberi mandat ganda untuk merangkap jabatan Plt di beberapa Asprov berbeda dalam waktu bersamaan. Penugasan Plt Asprov sendiri berlaku selama enam bulan dan bisa diperpanjang maksimal tiga kali. Jika masa tersebut terlampaui, posisi itu wajib diganti oleh anggota Exco lainnya.
Rentang waktu antara November 2026 hingga Juli 2027 diharapkan menjadi periode transisi yang memadai bagi Asprov-Asprov tersebut untuk menuntaskan masalah organisasi mereka sebelum kongres pemilihan nasional digelar.