SAMARINDA — Pembangunan Gerai Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kalimantan Timur berjalan bertahap. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur mencatat 234 unit telah rampung, sementara hampir 200 unit lainnya masih dalam proses konstruksi.
Kepala Bidang Koperasi dan UKM DPPKUKM Kaltim Ronny Suhendra mengatakan target akhir 2026 sebanyak 470 gerai telah berdiri dan siap melayani masyarakat. Capaian itu merupakan bagian dari rencana besar pembangunan 1.037 gerai yang menyesuaikan jumlah desa dan kelurahan di provinsi ini.
Kesiapan Lahan Jadi Syarat Utama Pembangunan
Ronny menjelaskan pada tahap awal, pembangunan diprioritaskan pada lahan dengan luas minimal 1.000 meter persegi. Setiap lokasi wajib memenuhi persyaratan administratif dan kesiapan lahan sebelum konstruksi dimulai.
"Ke depan, akan ada penyesuaian terhadap lokasi-lokasi yang memang memiliki keterbatasan lahan, sehingga pembangunan gerai tetap dapat berjalan sesuai kondisi masing-masing daerah," jelasnya dalam dialog di Samarinda, Selasa.
Penentuan Lokasi Tidak Sepihak, Melalui Verifikasi Ketat
Ronny menegaskan proses penentuan lokasi tidak dilakukan sepihak oleh pemerintah provinsi. Seluruh tahapan melibatkan koperasi desa atau kelurahan, pemerintah kabupaten dan kota, serta instansi terkait agar sesuai regulasi.
"Semua melalui proses yang diketahui bersama oleh koperasi maupun pemerintah kabupaten dan kota. Jadi, tidak serta-merta bangunan muncul begitu saja, tetapi melalui tahapan perencanaan dan verifikasi," bebernya.
Omzet Rp7,31 Miliar dan 9.431 Anggota Tercatat
Program yang diinisiasi pada 2025 ini telah mencatatkan 9.431 anggota dengan total aset Rp11,4 miliar. Omzet yang dihasilkan dari gerai yang beroperasi mencapai Rp7,31 miliar.
Pemprov Kaltim berharap kehadiran gerai ini menjadikan koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Fokus layanan mencakup penyediaan kebutuhan pokok, pengembangan usaha produktif, hingga perluasan akses pemasaran bagi pelaku usaha di desa dan kelurahan.
Bisnis Diperluas ke Sektor Produktif
Ke depan, pengelolaan gerai tidak hanya berfokus pada perdagangan. Pemerintah berencana memperluas usaha ke sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan tambang rakyat untuk memperkuat kedaulatan pangan dan ekonomi pedesaan.
Evaluasi berkala terus dilakukan, terutama terhadap desain bangunan dan aksesibilitas lokasi. Penyesuaian desain menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan di daerah dengan keterbatasan lahan tanpa mengabaikan kemudahan akses bagi masyarakat.