SAMARINDA — Kontingen bola tangan Kalimantan Timur memastikan diri sebagai juara umum usai membawa pulang tiga medali emas dan satu perak dari Kejurnas Junior Bola Tangan 2026 di Surabaya. Keberhasilan ini diraih dari empat kategori yang dipertandingkan, dengan dua emas disumbangkan dari nomor Beach (Putra dan Putri) serta satu emas dari Indoor Putri.
Adapun medali perak dipersembahkan oleh tim Indoor Putra yang harus mengakui keunggulan lawan di partai puncak. Pelatih tim, Yulianto Efendi Sir, mengaku hasil ini melampaui target awal timnya.
"Awalnya kami tidak menyangka bisa menorehkan hasil sebagus ini. Musuh terberat selama kejuaraan tentu tuan rumah, Jawa Timur. Namun, berkat kerja keras dan perjuangan para atlet, kita bisa membuktikan kualitas Kaltim di tingkat nasional," ujar Yulianto.
Zahir Rasydien: Trofi Adalah Bukti Lelah Terbayar Lunas
Salah satu motor kemenangan Kaltim adalah Zahir Rasydien (14), siswa SMPN 4 Balikpapan yang telah menekuni bola tangan selama empat tahun terakhir. Di usianya yang masih belia, Zahir tampil gigih di tengah ketatnya persaingan dan berhasil membawa pulang trofi kemenangan.
"Motivasi terbesar saya bukan sekadar logam mengkilap yang ada di tangan ini, melainkan setiap proses berat yang membentuk saya untuk layak memegangnya," tutur Zahir.
"Motivasi saya adalah rasa hormat terhadap keringat, air mata, dan malam-malam panjang di mana tidak ada orang yang melihat, tetapi saya tetap memilih untuk bangkit dan berlatih lebih keras. Trofi ini adalah bukti bahwa lelah itu terbayar lunas," tambahnya.
Catatan Kritis Atlet: Fasilitas Latihan di Pelosok Masih Minim
Di balik gemerlap medali, para atlet menyisakan catatan penting bagi pemerintah daerah. Beberapa pemain menyoroti masih terbatasnya fasilitas latihan maupun akomodasi di daerah asal mereka, khususnya kawasan pelosok seperti Krayan Sentosa dan Long Ikis.
De Andro Saputra Sir (19) dan Robert Alensky Allu Yatu (18) berharap hasil manis ini bisa membuka mata pemerintah daerah agar lebih peka terhadap cabor yang berpotensi mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional maupun internasional. Mereka menilai pembinaan atlet tidak akan berkelanjutan tanpa dukungan sarana yang memadai.
Dukungan Penuh Pemda dan Persembahan untuk Orang Tua
Seluruh keberangkatan dan operasional tim selama kejuaraan didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Kaltim. Kemenangan ini secara khusus dipersembahkan para atlet untuk Tuhan YME, pelatih, masyarakat Kaltim, serta orang tua yang tak henti memberi dukungan.
"Kemenangan ini dari dalam hati saya persembahkan untuk orang tua yang selama ini selalu mendukung, serta para pelatih yang selalu menyuruh saya berusaha keras dan pantang menyerah," tutup Zahir.
Selain Zahir, De Andro, dan Robert, dua rekan lainnya yang turut menorehkan kemenangan adalah Hendrikus Bao Rabu dan Yohanes Anjas Saputra. Mereka pun mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diukir di Surabaya, sebuah kebanggaan tersendiri bagi orang tua dan provinsi Kalimantan Timur.