Pencarian

Kadis Samarinda Buka Suara soal Sekuriti vs Wartawati Viral di Pasar Pagi, Minta Kedua Pihak Duduk Bersama

Selasa, 11 Agustus 2026 • 21:33:01 WIB
Kadis Samarinda Buka Suara soal Sekuriti vs Wartawati Viral di Pasar Pagi, Minta Kedua Pihak Duduk Bersama
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, menyatakan akan mempertemukan petugas keamanan dan wartawati terkait video viral di Pasar Pagi.

SAMARINDA — Video perseteruan antara petugas keamanan dan seorang perempuan yang disebut sebagai wartawati salah satu media di Samarinda menjadi perbincangan hangat di media sosial, Selasa (11/8) siang. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, buka suara dan memastikan akan menindaklanjuti kejadian tersebut.

Nurrahmani yang akrab disapa Yama ini mengaku telah menyaksikan langsung rekaman video yang beredar. Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukanlah soal izin resmi, melainkan miskomunikasi antara awak media dan pengelola pasar.

“Saya perlu untuk mendengar langsung dari kedua belah pihak, apa yang menjadi persoalannya,” ujarnya saat ditemui di kantornya di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (11/8).

Komunikasi Jadi Kunci Utama

Yama menekankan bahwa dirinya tidak bisa serta merta menyalahkan salah satu pihak karena belum mengetahui kronologi lengkap kejadian. Saat ini, Disdag telah berkoordinasi dengan media terkait untuk menggelar pertemuan.

“Karena bisa jadi, ada SOP kami dan SOP dari media itu yang belum ketemu. Makanya, perlu untuk duduk bersama, dan kalau misalnya sudah ketemu tentu pasti ada solusinya, sehingga kedepannya bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.

Tidak Ada Larangan Liputan di Pasar Pagi

Menanggapi isu adanya larangan peliputan di lokasi, Yama membantah tegas. Ia menegaskan bahwa wartawan tetap bisa melakukan peliputan di Pasar Pagi, namun diharapkan berkomunikasi terlebih dahulu dengan pengelola.

“Kami waktu itu meminta kepada pihak keamanan, kalau memang ada sesuatu, dikomunikasikan dengan pengelola terlebih dahulu, supaya beritanya itu bisa jadi utuh. Karena, kalau tidak utuh nanti bisa jadi opini itu beda lagi,” bebernya.

Soal Akses ke Area Rooftop yang Masih Perbaikan

Yama menjelaskan, salah satu potensi penyebab perseteruan adalah akses menuju area rooftop atau lantai atas Pasar Pagi. Ia menyebut area tersebut belum bisa dibuka untuk umum karena masih dalam proses perbaikan pagar pengaman.

“Belum bisa dibuka dulu, karena masih dalam perbaikan untuk pagarnya. Jadi, kalau ada wartawan mohon maaf belum bisa, kalau seperti itu memang kami kondisikan, supaya tidak ada miskomunikasi, jadi itu perlunya komunikasi terlebih dahulu,” terangnya.

Menurutnya, di dalam area pasar terdapat banyak pihak, mulai dari pedagang hingga pengelola. Komunikasi awal dinilai penting untuk mengarahkan wartawan kepada narasumber yang tepat dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Karena di dalam itu kan ada pedagang, pengelola dan lainnya. Kita tidak tahu siapa yang diwawancarai, tetapi kalau dengan pihak pengelola mungkin bisa diarahkan kemana atau seperti apa,” pungkas Yama.

Disdag berharap pertemuan antara sekuriti dan wartawati segera terlaksana agar permasalahan ini tuntas dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. “Supaya tidak ada salah paham, perlu ada pertemuan itu, supaya semuanya bisa selesai dengan baik,” tutupnya.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ayokaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks