Pencarian

Daryono: Tsunami Ternate 1674 Dipicu Longsoran Gunung Api, Istana Raja Luluh Lantak

Kamis, 13 Agustus 2026 • 14:31:01 WIB
Daryono: Tsunami Ternate 1674 Dipicu Longsoran Gunung Api, Istana Raja Luluh Lantak
Daryono menyampaikan bahwa tsunami Ternate 1674 dipicu longsoran gunung api yang menghancurkan Istana Raja.

KALIMANTAN TIMUR — Peristiwa yang terjadi lebih dari tiga abad silam itu tidak hanya mengguncang daratan dengan intensitas kuat, tetapi juga memicu ketidakstabilan lereng di kawasan pegunungan vulkanik Ternate. Runtuhan batu dan longsoran material masif meluncur deras dari perbukitan menuju pemukiman warga di bawahnya.

"Dampak dari runtuhan material tersebut sangat merusak dan menghancurkan infrastruktur penting pada masa itu," kata Daryono, Kamis (13/8/2026).

Istana Raja Ternate Hancur Terkena Material Longsor

Istana atau Rumah Raja Ternate yang berada di area kaki gunung tidak luput dari gempuran material longsoran. Kerusakan parah di pusat pemerintahan lokal tersebut menggambarkan betapa masifnya volume material yang terhempas akibat guncangan gempa.

Rangkaian bencana mencapai puncaknya beberapa saat kemudian ketika gelombang tsunami besar menerjang kawasan pesisir dan pelabuhan Ternate. Terjangan air laut yang datang mendadak menghempaskan kapal-kapal yang sedang berlabuh, meluluhlantakkan garis pantai, dan melumpuhkan total aktivitas kebaharian di pulau tersebut.

Ancaman Multi-Hazard di Kepulauan Gunung Api

Bencana historis ini memberikan pelajaran berharga mengenai bahaya multi-hazard atau ancaman bencana ganda di wilayah kepulauan gunung api. Kombinasi guncangan gempa, longsoran lereng, dan tsunami—baik yang dipicu mekanisme deformasi dasar laut maupun landslide-triggered tsunami—merupakan manifestasi kerentanan tinggi Maluku Utara terhadap dinamika tektonik dan vulkanik aktif.

Daryono menekankan, mitigasi komprehensif berbasis sains mutlak diterapkan untuk mengantisipasi tragedi serupa. Penguatan sistem peringatan dini tsunami berbasis multi-fenomena perlu terus dikembangkan, khususnya untuk tsunami lokal yang dipicu longsoran lereng atau runtuhan tubuh gunung api di laut dengan durasi lead time sangat singkat.

Tiga Langkah Mitigasi untuk Wilayah Rawan

Penataan ruang di kawasan pesisir dan lereng gunung api harus dilakukan ketat dengan menetapkan zona sempadan pantai serta melarang pemukiman padat di area rawan longsoran. Langkah ini dinilai krusial mengingat banyak permukiman tumbuh di daerah berisiko tinggi tanpa memperhitungkan potensi bencana geologis.

Edukasi dan simulasi evakuasi mandiri juga wajib ditanamkan berkelanjutan kepada masyarakat pesisir. Prinsip "gempa kuat atau berdurasi lama sebagai sinyal alami evakuasi" menjadi kunci agar warga segera bergerak menuju tempat lebih tinggi tanpa menunggu peringatan resmi saat gempa besar terjadi.

Catatan sejarah 1674 membuktikan bahwa ancaman tidak datang dari satu sumber saja. Wilayah kepulauan dengan gunung api aktif menghadapi risiko berlapis yang menuntut kesiapsiagaan terpadu dari pemerintah dan masyarakat.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks