Pencarian

210 Anak Tangga Menuju Istana Wapres di IKN, Filosofi Rumah Panjang Dayak yang Kini Jadi Daya Tarik Wisata Baru

Minggu, 16 Agustus 2026 • 21:58:31 WIB
210 Anak Tangga Menuju Istana Wapres di IKN, Filosofi Rumah Panjang Dayak yang Kini Jadi Daya Tarik Wisata Baru
Ratusan anak tangga menuju halaman utama Istana Wakil Presiden di IKN menjadi daya tarik baru bagi pengunjung.

PENAJAM PASER UTARA — Ratusan anak tangga itu menjulang dari halaman utama yang sejajar jalan menuju lantai dasar bangunan kepresidenan. Setiap pengunjung yang datang diwajibkan menempuh jalur terjal ini sebelum menikmati panorama kawasan pemerintahan dari anjungan utama di puncak bukit.

“Kita jadi mempertanyakan kebugaran kita,” ujar Tyas, jurnalis asal Jakarta, sambil menyeka keringat di anak tangga ke-50.

Bukan Sekadar Tangga, Melainkan Simbol Proteksi Ala Rumah Lamin

Arsitek Daliana Suryawinata merancang bangunan utama dengan merujuk pada konsep rumah lamin atau lou, rumah panjang tradisional suku Dayak Kenyah, Bahau, dan Benuaq di Kalimantan Timur. Secara tradisional, lamin berdiri di atas tiang kayu ulin setinggi minimal empat meter dengan tangga dari batang kayu utuh yang bisa ditarik saat konflik atau serangan satwa liar datang.

Filosofi proteksi itu kini diterjemahkan ke dalam lanskap istana. Bangunan sengaja ditempatkan di titik tertinggi, terpisah 40 meter dari jalan raya, sehingga setiap tamu merasakan langsung transformasi dari ruang publik menuju ruang sakral—layaknya bertamu ke rumah panjang di masa silam.

Panorama Nusantara dari Puncak Bukit: TPST Hingga Rumah Tapak Menteri

Setelah menapaki anak tangga terakhir, pengunjung disambut anjungan luas yang menjadi titik pandang utama. Dari ketinggian, hamparan visi masa depan Indonesia terlihat jelas: Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang futuristik, jajaran Rumah Tapak Jabatan Menteri, hingga rumah susun aparatur sipil negara (ASN).

Embusan angin kencang di puncak bukit menjadikan area ini favorit untuk melepas penat dan berswafoto. Staf Direktorat Sarana Prasarana Otorita IKN (OIKN) Cora Samuella memastikan manajemen alur kunjungan telah ditata untuk menjaga keamanan kawasan kepresidenan.

Aturan Ketat: Pakaian Rapi, Dilarang Bawa Drone dan Rokok Elektrik

OIKN menerapkan tata tertib yang wajib dipatuhi pengunjung. Pakaian harus rapi dengan atasan berlengan, celana atau rok panjang di bawah lutut, serta alas kaki berupa sepatu. Atasan tanpa lengan, celana jins robek, dan sandal dilarang masuk.

Pengelola juga melarang keras pembawaan senjata tajam, makanan, minuman, rokok, rokok elektrik, hewan peliharaan, serta penggunaan drone tanpa izin khusus. Petugas gabungan disiagakan di berbagai sudut strategis untuk memastikan dokumentasi foto dan video mematuhi regulasi.

Konsep "Huma Betang Umai": Ibu yang Mengayomi dengan Teknologi Ramah Lingkungan

Pengalaman mendaki Tangga Demokrasi mengantarkan pengunjung pada inti arsitektur istana yang disebut "Huma Betang Umai"—rumah panjang yang dipersonifikasikan sebagai sosok ibu yang mengayomi dan menaungi anak-anaknya. Kemegahan konsep ini dibalut teknologi sirkular hemat energi.

Atap besar istana terintegrasi dengan panel surya sebagai pemasok energi mandiri. Sistem hybrid cooling diterapkan untuk memaksimalkan sirkulasi udara silang alami, sehingga penggunaan pendingin ruangan dapat ditekan. Orientasi bangunan dibuat presisi mengikuti sumbu barat-timur untuk membatasi paparan langsung terik matahari Kalimantan.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks