BALIKPAPAN — Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim Armin meresmikan kelas bilingual di SMK Negeri 1 Balikpapan sebagai wujud komitmen mencetak lulusan berdaya saing global. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi bahasa Inggris sekaligus meningkatkan kompetensi keahlian siswa di jenjang kejuruan.
Armin menegaskan penguasaan bahasa asing menjadi keterampilan esensial bagi lulusan vokasi agar mudah beradaptasi di lingkungan kerja multinasional. "Program unggulan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda berdaya saing global untuk menghadapi persaingan dunia kerja," ujarnya di Samarinda, Kamis.
77 Sekolah di 9 Kabupaten/Kota Mulai Terapkan Sistem Dwibahasa
Pemerintah provinsi telah merintis program ini secara masif sejak 2025. Seluruh institusi sekolah menengah yang terlibat dalam rintisan tersebut langsung mengimplementasikan sistem pembelajaran dwibahasa mulai tahun ajaran baru ini.
Metode yang digunakan adalah pendekatan terintegrasi konten dan penguasaan bahasa. "Metode pengajaran mutakhir ini memungkinkan setiap peserta didik menguasai materi pelajaran umum sekaligus secara aktif mengasah kelancaran berbahasa Inggris," tegas Armin.
Gandeng Universitas Mulawarman dan Adelaide University untuk Jaga Mutu
Untuk menjaga standar mutu pengajaran bertaraf internasional, Disdikbud Kaltim menggandeng Universitas Mulawarman serta Adelaide University dari Australia. Kolaborasi akademik ini difokuskan pada penerapan metode pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai materi pelajaran umum sekaligus mengasah kelancaran berbahasa Inggris.
Pendekatan edukasi ini dinilai efektif meningkatkan motivasi belajar sekaligus menajamkan daya nalar kritis dan analitis siswa. Para lulusan program dwibahasa ini juga diyakini memiliki bekal akademik mumpuni untuk menembus seleksi mahasiswa baru di berbagai kampus luar negeri.
Armin berkomitmen terus memperluas jangkauan sekolah yang menerapkan sistem kelas internasional demi kemajuan dunia pendidikan di Kalimantan Timur.