Pencarian

DPRD Kukar Dorong Penguatan Pertanian Hadapi El Nino, Petani di 3 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Senin, 24 Agustus 2026 • 18:38:31 WIB
DPRD Kukar Dorong Penguatan Pertanian Hadapi El Nino, Petani di 3 Kecamatan Terdampak Kekeringan
Anggota DPRD Kukar Agustinus Sudarsono menyampaikan dampak kekeringan El Nino terhadap sektor pertanian di Ruang Banmus, Senin (24/8/2026).

KUTAI KARTANEGARA — Kekeringan akibat fenomena El Nino memberikan tekanan nyata pada sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Para petani di Kecamatan Tenggarong Seberang, Sebulu, dan Muara Kaman disebut menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya, terutama pada lahan persawahan yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

Anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Agustinus Sudarsono, mengungkapkan kondisi di lapangan saat ini beragam. Sebagian petani masih berhasil melakukan panen, tetapi di sisi lain, sejumlah lahan terpaksa mengalami gagal panen karena kekeringan yang melanda.

“Untuk masalah dampak El Nino ini saya rasa semua berdampak, terutama di sektor pertanian persawahan. Sebagian sudah ada yang panen, sebagian ada yang gagal karena kekeringan ini,” ujar Agustinus di Ruang Banmus, Senin (24/8/2026).

Petani Bertahan dengan Air Bendungan dan Sungai

Di tengah keterbatasan air, semangat petani untuk tetap mengolah lahan dinilai tidak surut. Agustinus menyebutkan, para petani terus berupaya mencari sumber air alternatif agar tanaman padi mereka tetap bisa bertahan.

Berbagai sumber air yang masih memiliki debit dimanfaatkan semaksimal mungkin. Mulai dari bendungan hingga aliran sungai yang masih mengalir, semuanya dioptimalkan untuk mengairi persawahan.

“Mereka tidak pernah putus asa untuk bagaimana caranya bisa menghasilkan air. Lewat bendungan yang ada, lewat sungai-sungai yang masih ada airnya, itu mereka manfaatkan,” katanya.

Wilayah Tenggarong Seberang Alami Dampak Terbesar

Meski seluruh wilayah Dapil 2 merasakan dampak El Nino, Agustinus menegaskan bahwa intensitas kekeringan paling parah terjadi di Tenggarong Seberang. Hal ini menjadikan wilayah tersebut prioritas perhatian dalam upaya penyelamatan produksi padi.

“Memang jujur dampaknya ini memang sangat besar untuk para petani, khususnya di wilayah Tenggarong Seberang,” ungkapnya.

Menurutnya, keberlangsungan sektor pertanian di wilayah ini menjadi tanggung jawab bersama. Ketersediaan sumber air menjadi faktor kunci yang menentukan apakah para petani mampu mempertahankan aktivitasnya di tengah kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu.

Dengan ketangguhan yang ditunjukkan para petani, sektor pertanian di wilayah Dapil 2 Kukar diharapkan tetap mampu bertahan dan menjaga pasokan pangan bagi masyarakat luas. (adv/fjr)

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: komparasinews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks