SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman resmi melantik dan mengambil sumpah/janji lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Jumat (28/8/2026). Prosesi pelantikan yang digelar di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim ini menandai dimulainya penataan organisasi yang mengedepankan sistem meritokrasi.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukan sekadar kepercayaan dari pemerintah daerah, melainkan amanah besar dari masyarakat Kutai Timur. "Jabatan yang saudara emban adalah amanah besar. Amanah ini bukan hanya kepercayaan dari pemerintah daerah, tetapi juga dari masyarakat Kutai Timur yang menaruh harapan besar kepada kita semua," tegasnya.
Manajemen Talenta ASN: Tidak Ada Lagi Jabatan untuk Kelompok Tertentu
Ardiansyah menekankan bahwa seluruh proses pengisian dan rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Kutim kini telah melalui sistem Manajemen Talenta ASN berbasis Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA). Ia memastikan tidak ada lagi pengisian jabatan yang dilakukan tanpa melalui sistem, karena seluruh proses didasarkan pada data yang tercatat dalam ASN Digital.
"Tidak ada lagi pengisian jabatan yang dilakukan tanpa melalui sistem. Seluruh proses didasarkan pada data yang tercatat dalam ASN Digital," ujarnya.
Bupati juga meminta seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa memandang pangkat untuk aktif melengkapi profil dan meningkatkan kompetensi melalui sistem pengembangan talenta yang tersedia. Pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui berbagai pelatihan, pendidikan, maupun kegiatan peningkatan kapasitas yang disediakan pemerintah.
Jalur Promosi dan Mutasi Kini Diatur Regulasi Terbaru
Mengacu pada Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 20 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN, jalur promosi untuk menduduki jabatan ditetapkan dari kotak talenta 7, 8 dan 9. Sementara jalur mutasi atau rotasi dapat berasal dari kotak 2 hingga kotak 9.
Ardiansyah menegaskan penilaian dan penempatan ASN dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi dan pengembangan diri. "Saya yakin setiap pegawai mampu mencapai posisi tertinggi selama ia berupaya mengembangkan dirinya. Penilaian dan penempatan dilakukan secara objektif tanpa perlakuan khusus," ujarnya.
Ia juga meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim terus melakukan sosialisasi sistem manajemen talenta hingga ke tingkat kecamatan. Seluruh PNS harus mengetahui posisi dan pencapaian profil talentanya melalui aplikasi MyASN.
Lima Pejabat yang Mendapat Penugasan Baru
Dalam pelantikan tersebut, Bupati Kutim menetapkan lima pejabat dengan penugasan baru di lingkungan Pemkab Kutim:
- Ade Achmad Yulkafilah — sebelumnya menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
- Dyah Ratnaningrum — dari Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
- Idham Cholid, M.Pd — sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum.
- Failu — dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Administrasi Umum dan HAM.
- Nora Ramadani — sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kini dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan.
Integritas dan Kolaborasi Jadi Kunci Pelayanan Publik
Bupati berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menjaga integritas dan akuntabilitas, meningkatkan kompetensi dan inovasi, serta memperkuat budaya kerja kolaboratif demi mewujudkan pelayanan publik yang cepat, tepat dan transparan. Ia mengingatkan seluruh ASN untuk menjadikan nilai dasar ASN BERAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.
"Saya mohon tidak ada lagi istilah jabatan milik kelompok atau perlakuan istimewa. Kita semua adalah satu kesatuan. Saya tidak ingin ada kesan satu dinas lebih unggul dibandingkan dinas lainnya," tegasnya.
Ardiansyah menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa tujuan utama birokrasi adalah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur. Seluruh pejabat yang baru dilantik diharapkan segera bekerja dan beradaptasi dengan tugas barunya masing-masing.