MAHAKAM ULU — Bantuan CPPD Tahap II diserahkan langsung Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, dan Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Mahakam Ulu, Jumat (11/9/2026). Penyaluran menyasar warga di wilayah paling hulu yang paling terdampak kemarau berkepanjangan.
Debit Sungai Mahakam yang terus menyusut membuat pergerakan warga terhambat. Barang kebutuhan pokok butuh waktu lebih lama dan biaya lebih besar untuk sampai ke kampung-kampung di hulu.
Mengapa Air Surut Berdampak pada Harga dan Distribusi
Seno menyebut kemarau tidak hanya memengaruhi ketersediaan pangan. Mobilitas warga dan distribusi barang ikut terganggu karena sungai menjadi jalur utama menuju wilayah pedalaman.
"Ketika air surut, semuanya ikut terdampak. Perjalanan menjadi lebih sulit, distribusi kebutuhan pokok menjadi lebih mahal dan membutuhkan waktu lebih panjang," ujar Seno saat melanjutkan perjalanan ke Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari.
Karena itu, bantuan CPPD diharapkan bisa meringankan beban warga selama kemarau panjang berlangsung. Pemprov Kaltim ingin memastikan masyarakat di wilayah paling hulu tetap mendapat perhatian.
"Bagi kami, kehadiran langsung seperti ini penting. Kami ingin melihat dari dekat kondisi masyarakat. Kami ingin mendengar apa yang dirasakan masyarakat. Dan kami ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah sampai ke wilayah paling hulu di Benua Etam," tegasnya.
Bantuan Pangan Dinilai Belum Cukup Tanpa Perbaikan Akses
Seno menilai penanganan dampak kemarau tidak bisa hanya lewat bantuan pangan. Persoalan konektivitas dan akses transportasi juga perlu diperkuat supaya biaya distribusi tidak terus membebani warga hulu.
Pembangunan jalan, konektivitas antarkampung, akses transportasi, hingga distribusi kebutuhan pokok disebutnya perlu menjadi perhatian berkelanjutan.
"Kita ingin pembangunan jalan terus didorong, konektivitas antarkampung semakin terbuka, dan biaya distribusi semakin ringan. Dengan akses yang semakin baik, pergerakan masyarakat dan barang juga akan semakin mudah," ungkapnya.
Kondisi geografis Mahakam Ulu, menurut Seno, tidak boleh menjadi alasan berkurangnya perhatian pemerintah. Jarak yang jauh justru menuntut kehadiran negara yang lebih kuat.
"Kita tidak boleh membiarkan jarak membuat perhatian menjadi jauh. Justru semakin jauh sebuah wilayah, semakin kuat perhatian yang harus kita berikan," pungkasnya.
Penyaluran CPPD Tahap II sebanyak 52,45 ton itu diharapkan memperkuat ketahanan pangan warga sekaligus membantu mereka melewati tekanan kemarau panjang yang dampaknya menjangkau wilayah perbatasan.