Pencarian

Ekowisata Pancoh Sleman, Wisata Edukasi Desa Berbasis Warga Girikerto

Sabtu, 12 September 2026 • 17:50:02 WIB
Ekowisata Pancoh Sleman, Wisata Edukasi Desa Berbasis Warga Girikerto
Wisatawan mengikuti aktivitas pertanian di kawasan Ekowisata Pancoh, Girikerto, Sleman.

KALIMANTAN TIMUR — Berbeda dari destinasi wisata yang membangun wahana artifisial, Ekowisata Pancoh justru menjadikan keseharian warga sebagai daya tarik utama. Wisatawan datang bukan hanya untuk menikmati pemandangan, tetapi juga belajar dan berinteraksi langsung dengan aktivitas masyarakat setempat.

Pengembangan kawasan ini berangkat dari kesadaran warga Girikerto atas potensi yang mereka miliki. Alam pedesaan yang masih asri dipadukan dengan rutinitas harian warga, mulai dari bertani hingga berkebun salak, sehingga pengunjung mendapat pengalaman yang berbeda dari wisata konvensional.

Belajar Bertani hingga Memetik Salak

Sejumlah aktivitas ditawarkan untuk mengenalkan kehidupan masyarakat Pancoh lebih dekat. Wisatawan bisa mengikuti kegiatan pertanian, mempelajari budidaya salak, memetik buah salak langsung dari kebun, menikmati suasana sungai, hingga mengikuti aktivitas luar ruang.

Pendekatan ini membuat lingkungan desa tidak perlu diubah menjadi kawasan wisata yang serba dibuat-buat. Justru kehidupan sehari-hari warga yang menjadi magnet utama bagi pengunjung.

Masyarakat Jadi Pengelola, Bukan Penonton

Salah satu pengurus Ekowisata Pancoh, Ngatijan, menuturkan bahwa potensi yang dimiliki Pancoh tergolong lengkap. Menurutnya, alam, budaya, dan aktivitas masyarakat bisa dikembangkan menjadi paket wisata yang saling melengkapi.

"Potensi Ekowisata Pancoh sebenarnya sangat lengkap. Kami punya alam pedesaan, persawahan, perkebunan salak, sungai, kesenian dan berbagai aktivitas masyarakat yang bisa menjadi pengalaman bagi wisatawan. Yang paling penting, wisata di Pancoh kami kembangkan dengan melibatkan masyarakat, sehingga warga bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengelola dan mendapatkan manfaat dari kegiatan pariwisata," ujar Ngatijan, Sabtu (12/9/2026).

Keterlibatan warga menjadi fondasi utama pengelolaan. Warga tidak sekadar menyaksikan arus kunjungan, tetapi turut mengelola dan merasakan manfaat ekonominya.

Pengalaman Desa yang Ingin Dipertahankan

Ngatijan menegaskan, pengalaman autentik kehidupan desa menjadi hal yang ingin dijaga dalam pengembangan Ekowisata Pancoh. Wisatawan diharapkan tidak hanya berfoto atau melihat pemandangan, tetapi benar-benar merasakan denyut kehidupan desa.

"Kami ingin wisatawan yang datang ke Pancoh tidak sekadar berfoto atau melihat pemandangan, tetapi benar-benar merasakan kehidupan desa. Mereka bisa belajar bertani, mengenal salak, menikmati kesenian dan berinteraksi dengan warga. Dari situ kami berharap potensi desa tetap terjaga, sementara ekonomi masyarakat juga ikut bergerak," katanya.

Dengan konsep tersebut, Ekowisata Pancoh menempatkan warga sebagai aktor utama pariwisata. Alam pedesaan, kebun salak, sungai, kesenian, dan tradisi dirangkai menjadi satu pengalaman wisata edukasi yang tumbuh bersama kebersamaan masyarakat.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung kehidupan desa Girikerto, informasi terkini soal paket kunjungan dan jadwal aktivitas dapat dikonfirmasi melalui pengelola Ekowisata Pancoh atau dinas pariwisata setempat.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks