BALIKPAPAN — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan menemukan cacing hati pada tujuh ekor sapi kurban selama masa pemotongan hewan kurban. Sapi-sapi tersebut terdeteksi di lima lokasi pemotongan yang tersebar di wilayah kota.
Cacing hati atau Fasciola hepatica adalah parasit yang menyerang organ hati hewan ternak. Pada sapi yang terinfeksi, cacing ini dapat merusak jaringan hati dan menurunkan kualitas daging.
DKP3 Balikpapan menegaskan bahwa bagian hati yang terinfeksi tidak layak dikonsumsi manusia. Jika tertelan, parasit ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan hingga infeksi serius pada saluran empedu.
Masyarakat diminta lebih teliti saat memeriksa hati sapi kurban sebelum diolah. Berikut ciri-ciri yang patut diwaspadai:
DKP3 mengingatkan, jika menemukan ciri-ciri tersebut, segera pisahkan bagian hati dan jangan dikonsumsi.
Ketujuh sapi positif cacing hati ditemukan di lima lokasi pemotongan berbeda di Balikpapan. Petugas DKP3 langsung melakukan pemeriksaan lanjutan dan mengamankan organ hati yang terinfeksi.
Pihak dinas juga memastikan daging dari sapi tersebut tetap aman dikonsumsi selama bagian hati yang terinfeksi sudah dipisahkan dan tidak dicampur dengan daging lain.
DKP3 Balikpapan terus melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang dipotong di seluruh wilayah kota. Dari total sapi yang sudah diperiksa, tujuh ekor di antaranya positif mengandung cacing hati.
Pemeriksaan dilakukan secara acak di titik-titik pemotongan untuk memastikan kesehatan daging yang beredar di masyarakat. Petugas juga memberikan edukasi kepada panitia kurban tentang cara memeriksa organ dalam hewan.
DKP3 Balikpapan mengimbau masyarakat yang menemukan hati sapi dengan ciri-ciri tidak normal untuk segera melapor ke petugas atau dinas terkait. Jangan mengolah atau menjual bagian hati yang terinfeksi karena berisiko menularkan penyakit.
Pihak dinas juga menyarankan agar panitia kurban selalu meminta pendampingan petugas kesehatan hewan saat proses pemotongan. Langkah ini penting untuk memastikan daging yang dibagikan aman dikonsumsi warga.