KALIMANTAN TIMUR — Polytron resmi memperkenalkan Fox 350, motor listrik yang menyasar segmen harga terjangkau namun dibekali fitur yang biasanya hanya ditemukan pada motor besar (moge). Model ini menggantikan posisi Fox R yang sebelumnya menjadi primadona dengan kontribusi penjualan mencapai 70 persen dari total 40.000 unit seri Fox yang terjual.
Strategi harga Polytron Fox 350 cukup unik. Konsumen bisa membeli unit motor mulai Rp15 jutaan, namun baterai tidak termasuk dalam paket pembelian. Baterai tipe Lithium Iron Phosphate (LFP) yang diklaim lebih aman dan tahan lama itu disewakan sebesar Rp200 ribu per bulan.
Bagi yang ingin memiliki baterai secara penuh, Polytron juga menyediakan opsi pembelian langsung dengan harga lebih tinggi. Baterai ini ditempatkan di bagian tengah rangka dan tidak bisa dilepas. Pengisian daya menggunakan charger onboard 850–900 watt dengan waktu 4–5 jam, atau fast charging opsional yang diklaim bisa menambah jarak tempuh 10 km dalam 10 menit.
Secara teknis, Fox 350 masih mempertahankan spesifikasi mirip pendahulunya. Motor listrik ini memiliki daya puncak 6,4 kW dan torsi 187 Nm, dengan kecepatan maksimum diklaim 95 km/jam. Namun, Polytron melakukan penyempurnaan pada karakter akselerasi yang kini lebih halus tanpa jeda respons seperti generasi sebelumnya.
Sistem regenerative braking juga mulai disematkan untuk membantu pengisian daya saat deselerasi. Dalam pengujian, jarak tempuh mencapai 130–136 km pada mode hemat dengan kecepatan stabil di bawah 50 km/jam. Saat mode sport digunakan, jarak tempuh turun menjadi sekitar 90 km.
Yang membuat Fox 350 menonjol di kelasnya adalah kelengkapan fitur. Sistem keyless, alarm, dan remote control sudah tersedia. Ada pula parking mode yang mengunci roda agar tidak bisa diputar saat motor diparkir.
Fitur lain yang jarang ditemui di motor listrik Rp15 jutaan adalah cruise control untuk perjalanan jauh dan hill start assist yang membantu pengendara saat berhenti di tanjakan. Panel digital menampilkan informasi baterai, mode berkendara, dan estimasi jarak tempuh secara real-time.
Posisi berkendara Fox 350 mengalami perubahan signifikan dibanding Fox R. Dek kaki lebih nyaman dan stang lebih rendah sehingga handling terasa ringan untuk penggunaan harian di perkotaan. Namun, sektor suspensi masih menjadi kelemahan. Setelan yang terlalu empuk membuat motor terasa mengayun dan mudah mentok saat melewati jalan tidak rata.
Jok juga dinilai kurang nyaman untuk perjalanan di atas 30–45 menit. Dari segi material, beberapa bagian plastik masih terasa kurang rapi dengan celah bodi yang masih terlihat. Sistem suspensi dan rem juga belum optimal untuk kecepatan tinggi.