KALIMANTAN TIMUR — Kunjungan Presiden Prabowo ke Paris yang berakhir pada Sabtu (30/5/2026) menghasilkan lebih dari sekadar seremoni bilateral. Dalam forum investasi yang disaksikan langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, kedua negara meresmikan FI-HLBC—sebuah dewan yang mengintegrasikan 30 raksasa industri dengan kapitalisasi pasar global mencapai USD 1,3 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyebut dewan ini sebagai akselerator riil arus modal. "Magnitudo kerja sama senilai USD 3,5 miliar ini menjadi indikator valid atas tingginya tingkat kepercayaan lanskap bisnis internasional terhadap stabilitas ekonomi nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).
Salah satu pilar utama adalah kesepakatan antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan MEDEF International. Keduanya sepakat mengawal implementasi arus modal melalui pertemuan kuartalan dan memproyeksikan lonjakan volume perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada 2035, dari basis saat ini yang baru mencapai USD 2,6 miliar.
Di sektor energi, PT Pertamina mengamankan dua kemitraan sekaligus. Pertama, dengan SLB (Schlumberger Geophysics Nusantara) untuk mengoptimalkan produksi hulu migas melalui metode Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis kecerdasan buatan serta proyek penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).
Kedua, Pertamina memperluas aliansi dengan TotalEnergies. Nota kesepahaman mencakup studi kelayakan bersama di sektor LNG, perdagangan energi terbarukan, pengembangan biofuel, hingga akselerasi pembangunan infrastruktur kilang hijau (green refinery) terintegrasi.
Di ranah pertahanan, lembaga pengelola investasi Danantara melalui PT Len Industri memvalidasi kesepakatan dengan Thales. Prioritasnya adalah pembangunan fasilitas manufaktur radar pertahanan udara lokal berlabel 'Made in Indonesia'.
Kolaborasi ini tidak sekadar merakit. Di dalamnya termasuk alih teknologi sistem komando, integrasi tactical data link, serta pendirian pusat pemeliharaan dan pelatihan bagi personel militer domestik. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.
Presiden Prabowo dalam pernyataannya menekankan arti strategis kemitraan ini. "Kemitraan ini memegang peranan krusial bagi arsitektur ekonomi kita. Indonesia menyambut baik ekspansi korporasi global asal Prancis yang secara konsisten memperkuat fundamental perekonomian domestik," ujarnya.
Analis menilai diversifikasi kemitraan yang mencakup ketahanan energi dan kedaulatan teknologi militer ini akan memposisikan Indonesia sebagai episentrum investasi yang kian kompetitif di Asia Tenggara dalam dekade mendatang.