KALIMANTAN TIMUR — Klub asuhan Mikel Arteta menggelar open bus parade sehari setelah finis di puncak klasemen dengan koleksi 85 poin. Euforia tetap membuncah meski dua hari sebelumnya, Sabtu (30/5), Martin Odegaard dan kolega harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain lewat adu penalti di partai puncak Liga Champions. Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit sebelum PSG menang 5-4 dari titik putih.
Kisah unik datang dari gelandang muda Ethan Nwaneri. Saat Arsenal memastikan gelar, ia sedang berada di tempat tidur. "Myles Lewis-Skelly menelepon saya. Tidak ada kata yang bisa menggambarkannya, gila," ujar Nwaneri dalam unggahan DailyAFC.
Pemain berusia 19 tahun itu tetap berhak atas medali juara Premier League. Meski dipinjamkan ke Marseille pada bursa musim dingin 2026, Nwaneri mencatatkan enam penampilan di liga musim ini — syarat minimal untuk diakui sebagai bagian skuad juara. Ia hadir dalam parade bersama rekan setimnya.
Parade kali ini tidak hanya milik tim pria. Skuad Arsenal Women juga turut serta setelah sukses menjuarai Piala Dunia Antarklub Wanita 2026. Kehadiran mereka menambah semarak pesta di sepanjang rute yang dipenuhi atribut merah dan kembang api.
Kekalahan dramatis dari PSG di final Liga Champions sempat meninggalkan luka. Namun, semangat fans dan pemain tidak surut. Trofi Premier League yang sudah 22 tahun dinanti menjadi obat atas kegagalan di Eropa. London Utara memerah — suporter memenuhi setiap sudut jalan, meneriakkan nama Arteta dan para pemain bintang sepanjang rute parade.
Musim 2025/2026 menjadi musim bersejarah bagi Arsenal. Gelar liga ke-14 ini mengonfirmasi kebangkitan mereka setelah era dominasi Manchester City. Kini, Arteta dihadapkan pada tantangan mempertahankan mahkota dan kembali bersaing di Eropa musim depan.