SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Balai Kota, yang dihadiri oleh jajaran aparatur sipil negara dan perwakilan organisasi kepemudaan. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Samarinda secara spesifik menyasar generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa di era digital.
Wawali mengingatkan bahwa arus informasi yang deras kerap memicu perpecahan jika tidak disikapi dengan bijak. Ia mendorong generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai filter dalam menyaring berita dan interaksi di media sosial.
"Generasi muda harus menjadi teladan dalam menghargai perbedaan. Jangan sampai keberagaman yang kita miliki justru dipecah belah oleh informasi yang tidak bertanggung jawab," ujarnya di hadapan peserta upacara.
Samarinda yang dikenal sebagai kota multietnis dengan penduduk dari berbagai latar belakang menjadi latar belakang kuat mengapa pesan ini relevan. Wawali menilai, semangat gotong royong dan musyawarah yang terkandung dalam sila keempat Pancasila harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pemuda.
Menurut Wawali, langkah konkret yang bisa dilakukan adalah aktif dalam kegiatan sosial lintas komunitas dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu SARA. Ia juga mengajak pemuda untuk lebih banyak terlibat dalam program-program pembangunan kota yang bersifat inklusif.
"Kita ingin Samarinda menjadi contoh bagaimana perbedaan dikelola menjadi kekuatan, bukan sumber konflik. Mulai dari lingkungan RT, karang taruna, hingga organisasi mahasiswa," tambahnya.
Upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan teks Pancasila. Seluruh peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, menampilkan simbol keberagaman yang ingin ditekankan dalam peringatan tersebut.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan bangsa, serta komitmen bersama untuk terus merawat nilai-nilai Pancasila di tengah arus globalisasi.