Bupati Paser Minta PT Kideco Bangun Jembatan Penghubung Dua Desa, Akses Warga Terputus Puluhan Tahun

Penulis: Okta Nugraha  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 15:04:54 WIB
Bupati Paser dr Fahmi Fadli mendiskusikan pembangunan jembatan penghubung dua desa dengan PT Kideco.

PASER — Keterisolasian dua desa di Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mulai mendapat titik terang. Bupati Paser dr Fahmi Fadli secara resmi meminta PT Kideco Jaya Agung untuk membangun jembatan penghubung antara Rantau Layung dan Rantau Buta.

Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan dengan manajemen perusahaan tambang batu bara tersebut. Jembatan ini dinilai krusial karena selama puluhan tahun warga kedua desa hanya bisa mengakses satu sama lain melalui jalur darat yang memutar dan kondisinya rusak parah.

Mengapa Jembatan Ini Mendesak Dibangun?

Menurut Bupati Fahmi, ketiadaan jembatan langsung membuat aktivitas ekonomi dan sosial warga terhambat. Warga Rantau Layung dan Rantau Buta harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk menjangkau pasar, layanan kesehatan, atau sekolah di desa tetangga.

“Keberadaan jembatan ini sangat vital. Selama ini akses warga sangat terbatas. Kami berharap PT Kideco bisa turut berkontribusi membangun infrastruktur ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan,” kata Fahmi Fadli dalam pertemuan tersebut.

Apa Dampaknya bagi Warga Sekitar?

Jika jembatan terealisasi, waktu tempuh antar dua desa diprediksi bisa dipangkas drastis. Warga tidak lagi harus bergantung pada jalan alternatif yang kerap becek saat hujan dan berdebu di musim kemarau.

Rute darat yang ada saat ini dinilai tidak efisien, terutama bagi petani dan pekebun yang harus mengangkut hasil bumi ke luar desa. Jembatan penghubung diharapkan membuka akses ekonomi baru dan mempercepat distribusi barang.

Selain itu, akses ke fasilitas publik seperti Puskesmas dan sekolah akan lebih mudah dijangkau. Anak-anak sekolah yang selama ini harus berjalan kaki atau naik kendaraan sewaan dengan biaya tinggi bisa menikmati perjalanan yang lebih pendek dan aman.

Bagaimana Tanggapan PT Kideco?

Pihak PT Kideco Jaya Agung disebut menyambut baik permintaan tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi mengenai besaran anggaran atau jadwal pembangunan jembatan.

Bupati Fahmi menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong realisasi proyek ini. Ia juga meminta agar pembangunan jembatan tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera masuk dalam tahap perencanaan teknis.

“Kami di pemerintah daerah siap mendukung dari sisi regulasi dan perizinan. Yang terpenting, komitmen dari perusahaan untuk merealisasikan pembangunan ini,” ujarnya.

Kapan Jembatan Rantau Layung-Rantau Buta Mulai Dibangun?

Belum ada kepastian waktu. Pemerintah Kabupaten Paser masih menunggu hasil kajian teknis dan kesepakatan lanjutan dengan PT Kideco. Warga berharap prosesnya tidak berlarut-larut, mengingat akses penghubung ini sudah dinanti selama bertahun-tahun.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top