Bupati Berau Ajak Warga Perkuat Gotong Royong dan Nilai Kebangsaan di Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

Penulis: Prayoga Santana  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 15:29:42 WIB
Bupati Berau mengajak warga memperkuat nilai gotong royong dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.

BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 dengan mengusung semangat persatuan dan kebersamaan. Bupati Berau, dalam amanatnya, secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menghafal butir-butir Pancasila, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Apa yang Disampaikan Bupati Berau dalam Upacara?

Bupati menekankan bahwa nilai gotong royong merupakan fondasi utama yang harus terus dirawat di tengah arus modernisasi. Menurutnya, semangat saling membantu dan bekerja sama adalah kunci untuk mengamankan nilai-nilai kebangsaan di Kabupaten Berau.

“Gotong royong bukan sekadar tradisi, tapi cara hidup yang harus kita wariskan ke generasi muda. Dengan gotong royong, kita bisa menjaga persatuan dan mengamankan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Bupati Berau dalam sambutannya.

Mengapa Nilai Kebangsaan Perusak Diamankan di Berau?

Peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa bisa datang dari berbagai sisi. Bupati mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Berau adalah kekayaan yang harus dijaga, bukan diperselisihkan.

Ia juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk menjadi teladan dalam menerapkan nilai Pancasila, terutama di lingkungan kerja dan tempat tinggal. “Persatuan adalah harga mati. Jangan sampai ada celah yang bisa memecah belah kita,” tegasnya.

Siapa yang Paling Terdampak dari Ajakan Ini?

Seluruh lapisan masyarakat Berau, mulai dari pelajar, ASN, hingga tokoh masyarakat, menjadi sasaran utama dari ajakan ini. Bupati berharap, pesan yang disampaikan dalam upacara bisa langsung diterapkan di tingkat RT/RW dan kampung.

Pemerintah daerah juga berencana mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam program-program pembangunan desa. Langkah ini diambil agar semangat gotong royong tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar terasa dampaknya oleh warga.

Bagaimana Warga Berau Menyambut Peringatan Ini?

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Forkopimda, para kepala dinas, serta perwakilan organisasi masyarakat. Beberapa warga yang hadir mengaku bahwa momen seperti ini penting untuk menyegarkan kembali rasa nasionalisme di tengah kesibukan sehari-hari.

“Setiap tahun saya ikut upacara ini. Pesan tentang gotong royong itu yang paling saya ingat, karena di kampung kami masih sering kerja bakti,” ujar seorang peserta upacara yang berasal dari Kecamatan Sambaliung.

Apa Langkah Pemkab Berau Selanjutnya?

Pemkab Berau berencana menggelar sosialisasi nilai-nilai Pancasila ke sekolah-sekolah dan komunitas pemuda dalam beberapa pekan ke depan. Program ini akan melibatkan tokoh agama dan budayawan setempat agar pesan kebangsaan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Dengan pendekatan yang lebih konkret, diharapkan semangat gotong royong dan persatuan tidak hanya berhenti di upacara, tetapi menjadi gerakan nyata di seluruh pelosok Kabupaten Berau.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top