BALIKPAPAN — Keramaian pengunjung di pusat perbelanjaan Balikpapan Superblock (BSB) nyatanya tidak berbanding lurus dengan tingkat hunian hotel di kawasan tersebut. Data okupansi dari beberapa hotel di sekitar BSB menunjukkan angka yang naik-turun sepanjang tahun ini, dengan rata-rata tertinggi hanya terjadi pada momen tertentu seperti libur Lebaran dan akhir pekan.
Berdasarkan catatan sementara, okupansi hotel di BSB pada pekan biasa di luar musim libur besar bisa turun hingga di bawah 40 persen. Padahal, mal di kawasan yang sama selalu ramai dikunjungi warga Balikpapan dan sekitarnya.
“Kalau mal ramai karena warga datang untuk belanja dan rekreasi hiburan. Tapi mereka tidak menginap. Hotel sepi karena yang datang adalah warga lokal, bukan wisatawan yang butuh kamar,” ujar salah satu pengelola hotel di kawasan BSB, Selasa (17/12).
Fenomena ini menunjukkan adanya perbedaan segmen pasar antara pengunjung mal dan tamu hotel. Mal di BSB menyasar konsumen harian dari wilayah Balikpapan dan sekitarnya, sementara hotel di lokasi tersebut mengandalkan tamu dari luar kota, baik untuk keperluan bisnis maupun wisata.
“Kalau tidak ada event besar atau hari libur panjang, okupansi bisa jeblok. Berbeda dengan mal yang memang jadi tujuan utama warga kota untuk belanja,” tambahnya.
Fluktuasi ini berdampak langsung pada pendapatan hotel. Pengelola hotel di kawasan BSB mengaku harus lebih gencar menjalin kerja sama dengan perusahaan dan biro perjalanan untuk mengisi kamar di hari biasa. Beberapa hotel juga mulai menawarkan pakai menginap murah di luar musim liburan.
Di sisi lain, pengelola pusat perbelanjaan di kawasan yang sama tidak terlalu terpengaruh. Tingkat kunjungan ke mal justru terus meningkat seiring dengan bertambahnya tenant dan atraksi hiburan baru.
Tingkat hunian hotel di kawasan BSB diperkirakan baru akan kembali naik menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026. Beberapa hotel di lokasi itu sudah mulai menerima pemesanan kamar untuk momen tersebut.
“Kami optimistis okupansi akan naik di atas 70 persen saat libur panjang. Tapi setelah itu, ya kembali sepi lagi seperti biasa,” pungkasnya.