Dirut BRI Hery Gunardi Beberkan Lima Jurus Awal Bisnis agar Tak Gagal di Enam Bulan Pertama

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 12:30:31 WIB
Dirut BRI Hery Gunardi membagikan lima strategi awal agar bisnis tidak gagal dalam enam bulan pertama.

KALIMANTAN TIMUR — Hery menyarankan para pemula untuk memulai usaha di sektor yang memiliki tingkat persaingan tidak terlalu berat. "Jadi kalau memang mau masuk mulai usaha, masuklah ke industri yang entry barrier enggak susah," ujarnya dalam sesi Education Class bersama Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung.

Setelah memilih industri, calon pengusaha wajib memahami peta persaingan. Hery mendorong wirausahawan baru untuk mempelajari pemain utama di pasar, siapa penguasa pangsa pasar terbesar, dan alasan di balik kesuksesan mereka. "Kita belajar dari yang sudah maju," imbuhnya.

Pisahkan Catatan Keuangan Pribadi dan Usaha

Manajemen bisnis dan keuangan yang rapi menjadi faktor penentu kelangsungan usaha. Dari pengalamannya memimpin BRI, Hery melihat banyak UMKM gagal karena mencampur uang pribadi dengan modal usaha. "Kebanyakan masih belum memisahkan antara catatan belanja pribadi dengan belanja usaha, itu catatannya sama. Jadi tidak tahu ini untung yang mana, rugi yang mana," jelas Hery.

Ia menegaskan bahwa pemisahan catatan keuangan adalah langkah fundamental. Dengan begitu, pengusaha bisa mengetahui secara pasti apakah usahanya benar-benar menghasilkan laba atau justru merugi.

Arus Kas Lebih Penting dari Laba di Awal Usaha

Hery mengingatkan bahwa momen krusial bisnis baru justru terjadi dalam enam bulan pertama, dan fokusnya bukan pada keuntungan. "Bapak sebenarnya potensi punya cash flow bagus, tapi Bapak masih ngutang ke pelanggan, akhirnya cash-nya kan terlambat. Nah biasanya habis napas itu karena cash-nya tidak cukup," paparnya.

Ia menekankan pentingnya disiplin dalam tata kelola agar produksi barang tetap lancar dan pembayaran dari pelanggan tidak macet. Ketersediaan uang tunai yang cukup, menurutnya, menjadi penentu apakah usaha bisa bernapas panjang atau mati di awal.

Manfaatkan Teknologi Digital untuk Efisiensi

Terakhir, Hery mendorong para perintis untuk mengadopsi teknologi guna menekan biaya variabel dan meningkatkan daya saing. Ia mencontohkan penggunaan media sosial sebagai kanal penjualan. "Termasuk tadi juga menggunakan teknologi supaya biaya variabel bisa turun, bisa bersaing. Dan teknologi misalnya digunakan pakai internet, kemudian bisa jualan di TikTok, Instagram, dan juga lakukan inovasi-inovasi dari sisi digital dan online," katanya.

Senada dengan Hery, Chairul Tanjung menekankan bahwa entrepreneur sukses lahir dari produk unik yang cocok dengan generasinya. "Dan jangan lupa manfaatkan teknologi untuk adik-adik ini sekarang," ujar CT. Ia menambahkan, mayoritas konsumen dari generasi milenial, Z, hingga alfa sangat bergantung pada e-commerce. "Namanya TikTok itu berpengaruh sangat luar biasa dalam namanya promosi barang, sudah mengalahkan jauh Instagram, apalagi Facebook. Jadi, harus paham teknologi," pungkas CT.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top