Ada 93.488 Ton Beras Bulog Turun Mutu, Pemerintah Akan Olah Ulang Jadi Bantuan Pangan

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 14:22:31 WIB
Pemerintah akan mengolah ulang 93.488 ton beras Bulog yang turun mutu menjadi bantuan pangan.

KALIMANTAN TIMUR — Amran mengaku telah memanggil Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, untuk membuka data secara transparan soal kondisi stok beras nasional. "Saya minta rincikan data berapa banyak beras yang rusak. You harus terbuka," kata Amran di hadapan anggota dewan.

Dari data yang diterima, total beras yang benar-benar rusak akibat bencana alam—seperti banjir dan longsor di Aceh—hanya 3.619 ton. Sisanya, 93.488 ton, masuk kategori A: kualitasnya menurun tapi masih bisa diolah ulang.

Beras Turun Mutu Dicampur dengan Beras Baru

Pemerintah punya skema khusus untuk beras kategori A. Amran menjelaskan, beras ini akan diproses ulang lalu dicampur dengan beras hasil panen 2026 dengan perbandingan 1:4. Artinya, satu bagian beras reproses dicampur empat bagian beras baru. Hasil campuran ini akan disalurkan sebagai bantuan pangan ke masyarakat.

"Ini masih bisa diperbaiki sebagian besar," ujar Amran.

Sementara itu, beras kategori C yang rusak total akibat force majeure sebanyak 3.619 ton tidak akan dimusnahkan sia-sia. Amran bilang, beras itu tetap punya nilai ekonomi karena bisa diolah menjadi tepung beras. "Harganya masih bagus," katanya.

Bangun 100 Gudang Modern Senilai Rp5 Triliun

Amran mengakui, kasus beras kurang bagus masih ditemukan di lapangan. Namun jumlahnya kecil dan langsung ditangani dengan cara mengganti beras pada hari yang sama. Ia meminta Bulog lebih waspada mengelola stok yang kini melimpah. "Kita sudah setengah mati kerja. Alhamdulillah ada yang rusak karena berasnya ada. Kalau dulu tidak rusak, karena berasnya kurang," tegasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pemerintah sedang membangun 100 gudang Bulog baru di berbagai titik dengan investasi Rp5 triliun. Gudang modern ini dirancang mampu menjaga kualitas beras hingga 2-3 tahun, jauh lebih baik dari gudang eksisting. "Ini cukup modern," pungkas Amran.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: inikalteng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top