SAMARINDA — Pemprov Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memangkas sejumlah fasilitas nonprioritas dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII yang akan digelar di Kabupaten Paser. Langkah efisiensi ini diambil di tengah keterbatasan anggaran daerah, dengan pembiayaan difokuskan pada kebutuhan utama pertandingan. Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading memastikan seluruh kabupaten dan kota tetap berpartisipasi dalam ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November 2026 itu.
Rasman menegaskan, kebijakan penghematan dilakukan pada berbagai komponen pembiayaan, termasuk pengurangan honor penyelenggara dan penggunaan perangkat pertandingan dari luar daerah. Item penunjang seperti baju training, sepatu, dan topi tidak lagi menjadi prioritas pembiayaan pemerintah provinsi.
"Item yang semestinya ada kita tiadakan, contohnya baju training, sepatu, topi. Intinya adalah kejuaraan, bukan topi," ujarnya di Samarinda, Senin (13/1/2026).
Meski dipusatkan di Kabupaten Paser, sejumlah cabang olahraga tetap akan digelar di luar daerah tersebut karena keterbatasan venue. Hoki dan rugby akan dipertandingkan di Samarinda, golf di Lapangan Golf Lempake Samarinda, bowling dan squash di Balikpapan, sedangkan layar dipusatkan di Berau.
Rasman meminta pengurus besar cabang olahraga tidak memaksakan pertandingan tetap digelar di Paser apabila venue belum siap menjelang pelaksanaan. "Kalau satu bulan menjelang pelaksanaan venue belum siap, jangan dipaksakan di sana supaya pelaksanaannya lebih murah karena kita sedang melakukan efisiensi," terangnya.
Rasman menyebut kesiapan tuan rumah telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen. Ia menambahkan, kebijakan efisiensi juga akan diterapkan pemerintah kabupaten dan kota peserta Porprov. Seluruh cabang olahraga diminta memahami kondisi tersebut, termasuk apabila ada daerah yang tidak lagi menggelar pemusatan latihan (training center/TC).
"Semua pemerintah kabupaten dan kota juga melakukan efisiensi besar-besaran. Biasanya ada yang melakukan TC, mungkin sekarang ada yang tidak. Itu harus dimaklumi. Cabor juga harus memaklumi, jangan memaksakan harus ada ini dan itu. Maksimalkan potensi dan fasilitas yang ada," pungkasnya.