BALIKPAPAN — Sebanyak 2.079 lowongan kerja dari 86 perusahaan ditawarkan dalam Job Market Fair (JMF) 2026 yang digelar di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome. Bursa kerja ini berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 14-15 Juli 2026.
Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengungkapkan bahwa jumlah lowongan yang tersedia hampir berimbang dengan total pencari kerja yang mendaftar secara daring, yakni 2.086 orang. Ia menargetkan angka penyerapan tahun ini bisa menembus 50 persen.
“Hasil evaluasi bursa kerja tahun lalu menunjukkan serapan belum maksimal, kurang lebih hanya 46 persen. Tahun ini harapannya perusahaan bisa merekrut lebih dari 50 persen pencaker,” kata Adamin, Selasa (14/7/2026).
Disnaker mengakui bahwa proses rekrutmen masih dihantui tiga masalah utama. Pertama, minimnya minat pencaker terhadap bidang pekerjaan yang ditawarkan. Kedua, ketidaksesuaian kualifikasi pendidikan formal dengan kebutuhan perusahaan. Ketiga, tuntutan pengalaman kerja khusus dan kepemilikan sertifikasi profesi yang kerap menjadi syarat mutlak.
Untuk menjembatani kesenjangan itu, Disnaker Balikpapan tengah merancang program pelatihan dan pemagangan yang lebih terarah. Adapun posisi lowongan terbanyak di JMF edisi Juli ini masih didominasi sales marketing, mekanik mesin, mekanik alat berat, dan pramuniaga.
Adamin mengingatkan seluruh perusahaan peserta untuk mematuhi aturan ketenagakerjaan, khususnya terkait kelompok rentan. Perusahaan wajib mengalokasikan kuota khusus bagi penyandang disabilitas minimal 2 persen dari total lowongan yang dibuka.
Disnaker juga mewajibkan perusahaan mengirimkan laporan hasil rekrutmen paling lambat dua bulan setelah kegiatan. Laporan ini akan menjadi basis data mentah sekaligus bahan evaluasi untuk perbaikan gelaran JMF berikutnya.
“Jika minimal 1.000 lowongan dari total kuota yang tersedia dapat terisi penuh, hal tersebut akan sangat signifikan untuk menekan angka pengangguran di Kota Minyak,” ujar Adamin.