JAKARTA — Sebanyak 223 yayasan badan penyelenggara perguruan tinggi swasta dari 31 provinsi berkumpul di Grand Ballroom Pullman Jakarta Central Park. Mereka mengikuti Munas VI ABP-PTSI yang mengusung tema “Penguatan Peran Badan Penyelenggara Menuju PTS Unggul, Berdampak, dan Berkelanjutan.” Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.
Ketua Umum ABP-PTSI, Prof. Dr. Thomas Suyatno, menyebut Munas bukan sekadar ajang silaturahmi tahunan. Forum ini dirancang sebagai ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara badan penyelenggara, dunia usaha, dan pemerintah.
“Kami senang sekali bisa bersilaturahmi dengan kawan-kawan se-Indonesia. Harapannya, Munas ini mampu memperkuat kolaborasi antar-badan penyelenggara, dunia usaha, maupun pemerintah dan para pemangku kepentingan agar organisasi ABP-PTSI semakin maju,” ujarnya.
Rombongan Kalimantan Timur dipimpin Ketua ABP-PTSI Kaltim, dr. Krisdinata, AIFO.K. Ia didampingi jajaran pengurus, termasuk Dewan Pertimbangan Drs. H. Ramli Yahya, M.Hum, dan Dewan Pengawas H. Ismet Barakbah, S.E., M.M.
Menurut dr. Krisdinata, Munas VI menjadi momentum penting untuk menentukan arah kebijakan organisasi. Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi swasta dalam pembangunan daerah dan nasional.
“Munas ke-VI ini merupakan momentum penting bagi badan penyelenggara untuk memperkuat peran strategis. Kami berharap pelaksanaan Munas berlangsung kondusif dengan mengedepankan kepentingan bangsa, terutama dalam mempertajam peran perguruan tinggi swasta untuk mencerdaskan anak bangsa seantero Nusantara,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, rangkaian Munas VI masih berlangsung. Agenda utama meliputi pembahasan program kerja organisasi dan penguatan kelembagaan. Seluruh hasil musyawarah akan menjadi pedoman bagi ABP-PTSI dalam mendorong pengembangan PTS yang unggul dan berkelanjutan di Indonesia.