BALIKPAPAN — Sebanyak 150.000 peserta didik di Kota Balikpapan mulai menerima seragam sekolah gratis tahun ini. Pemerintah kota mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk penyediaan tiga jenis pakaian: seragam nasional, Pramuka, dan batik.
Peluncuran program dilakukan di SD Negeri 009 Balikpapan Utara, satu-satunya sekolah di Kalimantan Timur yang menyandang predikat Sekolah Rujukan Google. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Irfan Taufik mengatakan pemilihan lokasi itu karena sekolah tersebut dinilai berhasil mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.
“Sekolah ini telah menyandang predikat Sekolah Rujukan Google dan menjadi satu-satunya di Kalimantan Timur yang memperoleh pengakuan tersebut,” jelas Irfan.
Peserta didik SD dan SMP menerima tiga jenis seragam: nasional, Pramuka, dan batik. Sementara peserta PAUD hanya mendapat seragam batik, dan pendidikan nonformal memperoleh seragam nasional serta batik.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan program ini bukan sekadar bantuan. “Seragam ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk pemenuhan hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan. Semua peserta didik berhak menerimanya,” kata Rahmad.
Saat ini Pemkot Balikpapan baru mampu menyediakan tiga jenis seragam sesuai kapasitas anggaran daerah. Rahmad berharap jumlah itu bisa bertambah menjadi lima jenis di masa mendatang.
“Kami berharap nantinya bisa menyediakan hingga lima jenis seragam. Jika kemampuan keuangan daerah terus membaik, manfaat yang diterima masyarakat di bidang pendidikan maupun kesehatan juga akan semakin besar,” ujarnya.
Selain pembagian seragam, Pemkot Balikpapan terus memperkuat transformasi digital di sekolah-sekolah. Sekitar 2.500 unit Chromebook, papan interaktif, serta layanan internet dari PT Telkom telah disediakan untuk menunjang pembelajaran.
SD Negeri 009 Balikpapan Utara juga tengah dipersiapkan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat budaya integritas di lingkungan pendidikan dasar. (Adv/Diskominfo/Bpp)