BONTANG — Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Bontang masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan data Dashboard ATS Kemendikdasmen, Kecamatan Bontang Selatan mencatat jumlah tertinggi dengan 820 anak, disusul Bontang Utara 630 anak, dan Bontang Barat 169 anak. Namun, Disdikbud Bontang mempertanyakan validitas data tersebut.
Kasi Peserta Didik dan Kurikulum Disdikbud Bontang, Saropah, mengungkapkan temuan mengejutkan saat melakukan verifikasi sampel. Pihaknya mendapati sejumlah anak yang tercatat sebagai ATS ternyata masih aktif menempuh pendidikan.
"Kami pernah mengambil sampel. Ada anak yang sedang mondok di pesantren, mengikuti homeschooling, bahkan bersekolah di luar negeri, tetapi di Dashboard ATS Kemendikdasmen masih tercatat tidak bersekolah," ujarnya kepada redaksi, Rabu (15/7/2026).
Menurut Saropah, ketidakakuratan ini diduga terjadi karena Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) anak-anak tersebut belum terdata atau belum terintegrasi dalam sistem pusat. Akibatnya, data administrasi tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Pemerintah Kota Bontang sebenarnya telah memiliki inovasi bernama Gerakan Kembali Sekolah (GELIS) untuk menekan angka ATS. Namun, Disdikbud menekankan bahwa intervensi tidak bisa dilakukan secara membabi buta sebelum data dipastikan valid.
Proses verifikasi yang dilakukan tidak hanya mengandalkan data administrasi. Disdikbud melibatkan pemerintah kelurahan, ketua RT, satuan pendidikan, hingga perangkat daerah terkait untuk mencocokkan data dengan kondisi riil setiap anak.
"Data yang akurat menjadi dasar penyusunan kebijakan. Karena itu kami ingin memastikan setiap anak yang masuk dalam dashboard benar-benar diverifikasi sebelum dilakukan intervensi," pungkas Saropah.
Berdasarkan data dashboard per 4 Juli 2026, berikut rincian jumlah ATS di tiga kecamatan Kota Bontang:
Dengan total lebih dari 1.600 anak tercatat, langkah verifikasi menjadi krusial agar kebijakan penanganan tepat sasaran. Disdikbud berkomitmen menuntaskan verifikasi sebelum program GELIS berjalan optimal. (*)