KALIMANTAN TIMUR — Mendidik anak di era digital memang punya tantangan sendiri. Anak zaman sekarang lebih berani berpendapat dan menjawab orang tua. Donny Michael dan Aryani Fitriana merasakan hal itu langsung dengan anak-anak mereka.
Alih-alih memakai pendekatan otoriter, pasangan aktor ini memilih gaya pengasuhan yang lebih terbuka. Mereka ingin anak tumbuh kritis, tapi tetap hormat kepada orang tua.
Donny mengaku tidak ingin pengalaman buruk masa kecilnya terulang pada anak-anak. Karena itu, ia dan Aryani mengubah cara berkomunikasi dengan buah hati mereka.
"Ya anak zaman sekarang juga agak beda ya, lebih asbun ya, berani jawab kayak gitu. Oh oke, berarti kita bikin kayak temen penyampaiannya, lebih kayak temen, tapi tetep tegas, tetep dengan rules," ujar Donny Michael saat ditemui di kawasan Kapten Tendean.
Kuncinya ada pada keseimbangan. Anak diberi ruang bicara, tapi aturan rumah tetap berlaku. Pendekatan ini membuat anak merasa didengar tanpa kehilangan batasan yang jelas.
Saat akhir pekan atau hari libur tiba, Donny dan Aryani tidak langsung memutuskan mau ke mana. Mereka mengajak anak-anak berembuk dulu.
"Kalau lagi libur, fix besoknya libur, 'Ayo, kamu libur, Papa libur, Mama libur, ngapain kita besok?' Kita rembukan dulu," jelas Donny.
Anak-anak bebas menyampaikan keinginan, mulai dari main Tamiya sampai ke salon. Dari situ, orang tua mencari momen yang pas untuk mewujudkannya. Kebiasaan ini melatih anak mengambil keputusan dan menghargai pendapat orang lain.
Meski memberi kebebasan berpendapat, Donny dan Aryani tidak lepas tangan soal disiplin. Mereka tetap memegang kendali penuh dalam menegakkan aturan di rumah.
"Masa sih kita sebagai orang tua kalah sama anak sendiri? Ada perasaan gitu, kan ada ego seperti itu. Kita bisa kok, maksudnya ngatur anak sendiri. Anak sendiri pun juga pasti akan nurut sama orang tuanya," kata Donny.
Mengasuh anak tanpa bantuan babysitter atau mbak membuat keduanya lebih memahami karakter tiap anak. Hasilnya, anak-anak terbiasa mengikuti arahan orang tua tanpa perlu dipaksa.
Donny dan Aryani juga menerapkan waktu bermain terpisah untuk anak pertama dan kedua. Donny mendampingi sang putra bermain mobil balap mainan, sementara Aryani mengajak putrinya ke salon.
"Kita ngurus anak sendiri tanpa babysitter, tanpa mbak. Jadi ke mana-mana udah pasti berempat. Malah kita sekarang tuh udah mulai kayak, kamu ngajak Isco yang anak pertamanya cowok keluar, jalan berdua sama anak gue yang cewek. Jadi ada girls time sama boys time," jelas Donny.
Cara ini memberi ruang bagi tiap anak untuk merasa spesial. Sekaligus memperkuat ikatan orang tua dengan masing-masing buah hati.
Pola asuh demokratis seperti ini tidak berarti membebaskan anak tanpa batas. Ada tiga prinsip yang bisa diterapkan di rumah.
Setiap keluarga punya cara sendiri. Yang penting, anak merasa aman, didengar, dan tetap tahu batasan. Dari situ, karakter kritis dan hormat bisa tumbuh bersamaan.