Perumdam Kutim Monitor Kadar Klorida Air Baku Sungai Sangatta Setiap Hari, Ini Hasil Terbaru di Intake Kabo

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 24 September 2026 | 10:16:01 WIB
Petugas laboratorium Perumdam Kutim memeriksa kadar klorida air baku Sungai Sangatta di intake Kabo setiap hari.

SANGATTA — Pemantauan intensif difokuskan pada kondisi pasang air laut, karena itulah waktu paling riskan bagi kualitas air baku di intake. Asisten Manajer Laboratorium Perumdam Kutim, Endah Budi Lestari, menyebut pemeriksaan dilakukan setiap hari untuk melihat perubahan parameter kunci.

Lima Parameter yang Diperiksa Setiap Hari

Pemeriksaan tidak hanya menyasar klorida. Laboratorium Perumdam Kutim juga mengukur salinitas, TDS (Total Dissolved Solids), EC (Electrical Conductivity), dan pH.

Salinitas menunjukkan tingkat keasinan atau konsentrasi total garam terlarut. TDS mengukur jumlah padatan terlarut, termasuk mineral, garam, logam, dan zat organik. EC membaca daya hantar listrik larutan yang menandakan banyaknya ion atau garam, sementara pH mengukur tingkat keasaman pada skala 0 hingga 14.

“Waktu pemeriksaan dilakukan pada saat kondisi pasang dan setiap hari,” kata Endah.

Kadar Klorida di Jembatan Kampung Kajang Sempat Naik 15,2 ppm

Data monitoring mencatat kenaikan di Jembatan Kampung Kajang dari 315,6 ppm pada 24 Agustus menjadi 330,8 ppm sehari berikutnya. Lonjakan 15,2 ppm itu setara sekitar 4,82 persen.

Kenaikan tersebut tidak otomatis berarti air laut sudah memengaruhi kualitas air di intake. Pada 7 September, kadar klorida di Jembatan Kampung Kajang mencapai 400 mg/L, tetapi di titik Prodesa Kabo hanya 4,8 mg/L.

Laporan internal menyebut pengaruh air asin dari muara belum menunjukkan indikasi signifikan di lokasi intake.

Air Berwarna Hijau Belum Tentu Karena Garam

Endah menjelaskan, perubahan warna air tidak selalu berkaitan dengan kadar garam. Pemeriksaan terbaru 23 September mencatat kadar klorida di Jembatan Kampung Kajang 148,2 mg/L, Prodesa Kabo 8,3 mg/L, dan Intake Kabo 4,9 mg/L.

“Warna hijau lebih sering berkaitan dengan organisme, alga atau bahan organik, bukan karena ion garam,” jelasnya.

Warga di sekitar wilayah muara diminta tidak memakai air sungai langsung untuk minum dan memasak. Untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lain, kondisi air perlu dicek lebih dulu, terutama bila ada perubahan warna, bau, rasa, atau kondisi tidak normal.

Dirut Turun Cek Aliran Sampai Rumah Pelanggan

Direktur Utama Perumdam Kutim, Suparjan, rutin mengecek kondisi air baku pada pagi dan sore hari. Pada Jumat, 18 September 2026, dia memantau titik air baku IPA Kabo sekaligus mengecek aliran air di rumah pelanggan kawasan Jalan Ahmad Yani, poros Sangatta-Bontang.

Langkah itu dilakukan untuk melihat kondisi air tidak hanya dari sisi sumber, tetapi juga sampai ke aliran yang diterima pelanggan.

“Pemantauan air baku ini akan terus dilakukan. Ini bagian dari upaya Perumdam Kutim menjaga kualitas air dan memastikan kondisi sumber air tetap terpantau,” ujar Endah.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: kutimpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top