Pencarian

Tom Cairney Ungkap Peran Michael Jordan di Balik Promosi Fulham ke Premier League

Kamis, 22 Oktober 2026 • 17:50:31 WIB
Tom Cairney Ungkap Peran Michael Jordan di Balik Promosi Fulham ke Premier League
Kapten Fulham Tom Cairney menyebut dokumenter Michael Jordan menjadi inspirasi kebangkitan tim setelah kompetisi terhenti akibat pandemi.

KALIMANTAN TIMUR — Kapten Fulham, Tom Cairney, mengaku terinspirasi dokumenter Michael Jordan untuk bangkit setelah pandemi Covid-19 menghentikan kompetisi. Kebangkitan itu berujung kemenangan 2-1 atas Brentford di final play-off Championship 2020, membawa Fulham promosi ke Premier League.

Cairney menyimpan kenangan ganjil tentang laga final yang digelar di Wembley tanpa penonton. Fulham menaklukkan Brentford lewat perpanjangan waktu, dan gelandang asal Skotlandia itu menyebut momen tersebut sebagai salah satu titik terberat sekaligus paling berharga dalam kariernya.

Dokumenter The Last Dance Jadi Pemantik Semangat Skuad

Pandemi memaksa sepak bola Inggris berhenti total selama tiga bulan pada 2020. Fulham menjadi klub pertama yang laga terjadwalnya dibatalkan, tepat saat mereka dijadwalkan menghadapi Brentford pada Jumat malam.

Cairney mengakui periode tersebut nyaris menghancurkan mentalnya. Namun dokumenter The Last Dance tentang Michael Jordan dan Chicago Bulls muncul di tengah kekosongan itu dan mengubah suasana ruang ganti.

"Butuh sedikit dorongan untuk kembali ke ritme setelah kompetisi terhenti," kata Cairney kepada FourFourTwo. "Dokumenter Michael Jordan keluar sekitar waktu itu, kami semua menontonnya dan mengambil inspirasi dari cara dia berlatih."

Dari Sofa ke Lapangan: Perubahan Gaya Hidup Cairney

Kapten Fulham itu mengaku sempat kehilangan disiplin selama masa jeda. Tontonan tentang etos kerja Jordan memaksanya keluar dari zona nyaman.

"Itu memotivasi saya untuk bangkit dari sofa, berhenti makan keripik, dan pergi jogging," ujar Cairney. "Lalu ketika kami kembali, Scott Parker menunjukkan klip-klip dari dokumenter itu, bahkan sebelum final play-off."

Pelatih Fulham saat itu, Scott Parker, memakai cuplikan The Last Dance sebagai bahan motivasi menjelang laga penentuan. Pesannya sederhana: kerja keras di sesi latihan menentukan hasil di pertandingan.

Final Tanpa Penonton dan Kekecewaan untuk Joe Bryan

Fulham menang 2-1 atas Brentford di Wembley yang kosong. Joe Bryan mencetak kedua gol Fulham pada laga itu, termasuk gol pembuka lewat tendangan bebas cerdik yang mengecoh kiper David Raya.

Cairney menyebut Bryan sebagai pahlawan, tetapi menyesali absennya suporter yang seharusnya menyaksikan laga derby London barat itu langsung dari tribun.

"Saya sangat menyesal untuk semua pendukung Fulham karena mereka seharusnya mendapat hari kedua mereka di sana dalam dua tahun, dan itu melawan Brentford," kata Cairney. "Saya juga menyesal untuk Joe Bryan. Dia mencetak kedua gol kami hari itu dan dia pahlawan bagi saya, tapi dia layak mendapat kesempatan merayakannya bersama fans."

Brentford Diakui Bukan Lawan Mudah

Fulham berstatus underdog di laga tersebut. Brentford menurunkan lini serang berbahaya dengan Ollie Watkins, Said Benrahma, dan Bryan Mbeumo, ditopang Rico Henry, Mathias Jensen, serta David Raya.

Brentford bahkan mengalahkan Fulham beberapa pekan sebelumnya, tepat pada laga pertama setelah kompetisi kembali bergulir. Catatan itu membuat kemenangan di final terasa lebih manis bagi Cairney dan rekan-rekannya.

Kemenangan tersebut mengantar Fulham kembali ke Premier League setelah sempat terdegradasi pada musim 2018/19. Bagi Cairney, dokumenter tentang Jordan bukan sekadar tontonan pengisi waktu, melainkan pemicu perubahan kecil yang berdampak besar pada akhir musim.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks