Pencarian

Kaltim Masuk Lima Besar PMDN dengan Rp42,6 Triliun, Realisasi Investasi Nasional Tembus Rp1.539 Triliun

Selasa, 20 Oktober 2026 • 05:16:31 WIB
Kaltim Masuk Lima Besar PMDN dengan Rp42,6 Triliun, Realisasi Investasi Nasional Tembus Rp1.539 Triliun
Menteri Investasi Roslan Roeslani memaparkan realisasi investasi triwulan III 2026 dalam keterangan di Jakarta, Senin (19/10/2026).

SAMARINDA — Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Roslan Roeslani, memaparkan realisasi investasi triwulan III 2026 dalam keterangan di Jakarta, Senin (19/10/2026). Nilai investasi pada periode Juli–September tercatat Rp528,7 triliun, melengkapi capaian kumulatif Januari–September.

Dari total nasional, penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp761,4 triliun atau 49,5 persen. Penanaman modal asing (PMA) sedikit lebih besar, yakni Rp777,8 triliun atau 50,5 persen.

Jakarta Pimpin PMDN, Kaltim Duduk di Posisi Kelima

DKI Jakarta menempati urutan pertama realisasi PMDN dengan Rp160,1 triliun. Jawa Barat menyusul Rp89,9 triliun atau 11,8 persen, lalu Jawa Timur Rp74,3 triliun dan Banten Rp61,1 triliun.

"Kalimantan Timur berada di posisi kelima dengan realisasi PMDN mencapai Rp42,6 triliun atau sekitar 5,6 persen," kata Roslan.

Posisi itu menempatkan Kaltim sebagai salah satu daerah penting dalam investasi domestik nasional. Dampaknya terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja daerah masih perlu dilihat lebih lanjut berdasarkan sektor usaha.

Luar Jawa Salip Jawa, Hilirisasi Jadi Pendorong

Sebaran investasi menurut wilayah menunjukkan luar Jawa mencatatkan Rp779,4 triliun atau 50,6 persen. Adapun Jawa Rp759,8 triliun atau 49,4 persen.

Selisih tipis itu memperlihatkan aktivitas penanaman modal tidak lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa. Daerah dengan potensi sumber daya alam dan pengembangan industri hilirisasi ikut menjadi tujuan investasi.

Sulawesi Tengah dan Maluku Utara Kuasai PMA

Pada kategori PMA, Jawa Barat terbesar dengan Rp139,2 triliun atau 17,9 persen. Sulawesi Tengah di posisi kedua Rp110 triliun atau 14,1 persen, disusul Maluku Utara Rp91,9 triliun atau 11,8 persen.

DKI Jakarta menyusul Rp89,1 triliun atau 11,5 persen, sedangkan Kalimantan Barat Rp42,7 triliun atau 5,5 persen. Besarnya realisasi di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara berkaitan dengan pengembangan industri hilirisasi.

Gabungan PMDN-PMA: Jakarta Teratas, Kaltim Belum Masuk Lima Besar

Jika PMDN dan PMA digabungkan, DKI Jakarta tetap memimpin dengan Rp249,3 triliun atau 16,2 persen dari total nasional. Jawa Barat kedua dengan Rp229,1 triliun atau 14,9 persen.

Berikutnya Sulawesi Tengah Rp116 triliun atau 7,5 persen, Jawa Timur Rp110,5 triliun atau 7,2 persen, dan Maluku Utara Rp96 triliun atau 6,2 persen. Kaltim belum masuk daftar lima besar pada kategori gabungan ini.

Realisasi investasi nasional Rp1.539,2 triliun disertai penyerapan 2,19 juta tenaga kerja menjadi salah satu indikator kontribusi penanaman modal terhadap penciptaan kesempatan kerja. Pemerataan investasi disebut penting untuk memperluas aktivitas ekonomi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya di berbagai daerah.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ibukotakini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks