KALIMANTAN TIMUR — BYD Racco resmi dijual di Sri Lanka dengan harga perkenalan 11.450.000 rupee atau setara Rp621,7 juta, menjadi pasar pertama di luar Jepang. Banderol kei car listrik ini 2,5 kali lipat harga di Jepang yang hanya Rp243,4 juta sampai Rp284 juta. Harga khusus itu berlaku sampai 9 November sebelum kemungkinan naik.
Peluncuran Racco di Sri Lanka digelar BYD bersama distributor resminya, John Keells CG Auto. Acara berlangsung serentak di tiga kota, yakni Colombo, Kandy, dan Galle. Setelah peluncuran, unit Racco dipajang di 10 showroom BYD yang tersebar di Colombo, Kandy, Galle, Negombo, dan Jaffna.
Selisih Harga 2,5 Kali dari Jepang
Di Jepang, Racco dibanderol 2.140.000 hingga 2.497.000 yen atau sekitar Rp243,4 juta sampai Rp284 juta. Angka itu terbentuk karena insentif dan subsidi pemerintah Jepang untuk kendaraan listrik berukuran mungil. Begitu keluar dari Jepang, harga Racco langsung melesat.
Harga perkenalan di Sri Lanka sebesar 11.450.000 rupee Sri Lanka atau setara Rp621,7 juta dengan kurs Rp17.960. Angka ini sekitar 2,5 kali lipat harga di negara asalnya. Konsumen Sri Lanka yang ingin mengamankan harga tersebut harus memesan sebelum 9 November.
Bea Impor Jadi Penyebab Utama
CarNewsChina menyebut harga mobil di Sri Lanka memang mahal secara umum akibat bea impor dan pajak yang tinggi. Sebagai pembanding, Toyota Yaris Cross versi bensin di sana dijual 19.950.000 rupee Sri Lanka atau setara Rp1,08 miliar. Artinya, Racco masih berada di bawah Yaris Cross meski statusnya kei car.
Perbandingan itu menunjukkan beban pajak impor berlaku merata, bukan khusus untuk produk BYD. Bagi konsumen Sri Lanka, selisih harga Racco dengan SUV bensin Toyota justru tidak terlalu jauh.
Tiga Varian Tersedia di Jepang
Di pasar asalnya, Racco ditawarkan dalam tiga varian, yaitu 200, 300 Plus, dan 300 Premium. Ketiga varian memakai basis kei car listrik yang dirancang untuk mobilitas perkotaan. Belum ada keterangan resmi apakah ketiga varian itu juga masuk ke Sri Lanka dengan komposisi sama.
BYD belum mengumumkan rencana membawa Racco ke pasar lain di luar Jepang dan Sri Lanka. Nama Indonesia belum muncul dalam daftar ekspansi model ini. Pengamat menilai harga Racco di luar Jepang akan sangat bergantung pada kebijakan insentif kendaraan listrik masing-masing negara.
Peluang Masuk Indonesia Masih Terbuka
Indonesia punya skema insentif kendaraan listrik yang lebih longgar dibanding Sri Lanka, termasuk pembebasan bea masuk untuk unit CBU tertentu. Jika Racco masuk ke sini, harga akhirnya berpeluang lebih kompetitif daripada banderol di Sri Lanka. Namun BYD Indonesia belum memberi sinyal apa pun soal model ini.
Sejauh ini lini kendaraan penumpang BYD di Indonesia masih diisi model yang lebih besar seperti Atto 3, Dolphin, dan Seal. Racco berada di segmen yang jauh lebih mungil dan belum tergarap serius oleh merek mana pun di pasar lokal.