SANGATTA — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur dr Yuwana Sri Kurniawati menyampaikan imbauan agar warga membatasi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker saat keluar rumah. Langkah itu diambil untuk menekan risiko ISPA di tengah kualitas udara yang masih berubah-ubah, meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah.
"Kami terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala di tengah kondisi udara yang masih berubah-ubah, meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah," ujar Yuwana di Sangatta, Senin.
Balita Menyumbang 64,3 Persen Kasus Rawat Inap
Dari 168 kasus ISPA yang memerlukan rawat inap selama periode Juli–September 2026, sebanyak 108 kasus atau 64,3 persen dialami anak berusia di bawah lima tahun. Kasus ISPA pada balita naik dari 1.054 kasus pada Juli menjadi 1.521 kasus pada September.
"Kenaikan ini perlu perhatian khusus, terutama pada kelompok balita yang menyumbang lebih dari separuh kasus rawat inap," kata Yuwana.
Kelompok usia lain juga mencatat kenaikan. Anak usia 5–14 tahun naik dari 498 menjadi 994 kasus, sedangkan lansia berusia 60 tahun ke atas meningkat dari 156 menjadi 241 kasus.
Kasus Mingguan Turun, tapi Belum Bisa Disebut Aman
Di tengah tren bulanan yang naik, pemantauan mingguan Dinkes Kutim menunjukkan perbaikan sejak pertengahan September. Jumlah kasus turun dari 1.278 kasus pada minggu ke-37 menjadi 1.012 kasus pada minggu ke-40.
Yuwana menegaskan penurunan mingguan itu belum cukup untuk menyimpulkan risiko ISPA telah berlalu. Kelompok rentan tetap perlu dilindungi.
Dinkes Kutim meminta warga membatasi aktivitas luar bagi balita dan lansia ketika kualitas udara memburuk. Pemenuhan cairan dan konsumsi makanan bergizi juga dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh.
Waspadai Diare dan Dehidrasi Imbas El Niño
Selain ISPA, Dinkes Kutim mengingatkan risiko diare dan dehidrasi yang dapat meningkat akibat dampak fenomena El Niño yang belum sepenuhnya berlalu. Perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan dengan sabun, disebut penting selama masa peralihan musim.
Pemantauan kualitas udara dan pencatatan kasus ISPA disebut berlanjut secara berkala. Warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.