SAMARINDA — Disdikbud Kaltim belum menetapkan status pembelajaran untuk pekan-pekan mendatang. Armin menyebut pihaknya memantau perkembangan cuaca dari BMKG sebelum mengambil langkah lanjutan di daerah yang terdampak kabut asap.
Kebijakan pembelajaran tidak diseragamkan untuk seluruh Kaltim. Kondisi asap di tiap kabupaten dan kota berbeda, sehingga penanganannya disesuaikan dengan situasi setempat.
Kubar dan Berau Masih Belajar dari Rumah
Sekolah di Kabupaten Kutai Barat dan Berau masih menerapkan pembelajaran dari rumah. Penilaian Disdikbud Kaltim, kondisi asap di dua wilayah itu belum layak untuk kegiatan tatap muka.
Samarinda dan Balikpapan mengambil jalur berbeda. Sekolah di kedua kota itu telah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka setelah sebelumnya sempat menerapkan PJJ.
“Kalau memang sudah mengkhawatirkan lagi, tentu kita harus melakukan langkah cepat untuk PJJ lagi. Sesuai dengan arahan Pak Gubernur,” ujar Armin.
Pengajuan Sekolah Jadi Pertimbangan, Bukan Satu-satunya
Sekolah yang berada dekat dengan titik kebakaran dapat mengajukan permohonan PJJ. Alasan kekurangan air juga diterima sebagai dasar pengajuan.
“Ada juga sekolah yang mengajukan karena kondisi di sekolahnya, biasanya agak dekat dengan kebakaran dia langsung minta. Atau juga karena faktor kekurangan air,” tutur Armin.
Meski begitu, permintaan dari sekolah tidak otomatis dikabulkan. Disdikbud Kaltim tetap menimbang kondisi lapangan dan hasil pemantauan BMKG sebelum memutuskan.
Guru Diminta Tetap Mengajar dari Sekolah
Selama PJJ berlangsung, lokasi mengajar guru diserahkan ke kebijakan masing-masing sekolah. Armin menyarankan guru tetap berada di sekolah bila situasi memungkinkan.
Ruangan kelas? tertutup dan berpendingin udara dinilai lebih nyaman sekaligus memudahkan pengawasan. Namun Disdikbud Kaltim tidak melarang guru yang memilih mengajar dari rumah.
“Tapi saran kita sih kalau bisa di sekolah aja supaya lebih enak diawasi. Di satu ruangan kan artinya tertutup, ber-AC, sehingga lebih nyaman. Tapi kita nggak larang sih kalau mereka di rumah,” pungkas Armin.
Hasil pemantauan BMKG menjadi penentu langkah berikutnya. Jika cuaca dan asap kembali memburuk, Disdikbud Kaltim menyatakan siap menerapkan PJJ sesuai kebutuhan di daerah terdampak.