NUSANTARA — Kunjungan Kardinal Suharyo didampingi Wakil Uskup OCI Romo Kolonel (Purn.) Yos Bintoro serta sejumlah tokoh dan purnawirawan TNI-Polri. Rombongan disambut Uskup Samarinda Mgr. Yustinus Tarmono Harjosusanto bersama jajaran imam Keuskupan Samarinda, perwakilan TNI-Polri, dan sejumlah pejabat terkait.
Agenda hari pertama diisi peninjauan kawasan IKN dan pertemuan dengan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono. Gereja ingin melihat langsung perkembangan ibu kota baru sekaligus memahami perubahan yang dialami umat yang hidup dan bekerja di sana.
Mengapa Gereja Datang ke IKN
Romo Yos Bintoro menyebut kunjungan tersebut sebagai kesempatan bagi Gereja memahami perubahan yang berlangsung di IKN. Gereja, katanya, tidak cukup hanya menjadi penonton pembangunan.
"Gereja dipanggil bukan hanya untuk melihat perubahan, tetapi hadir di dalam perubahan itu. Di mana manusia berada dan mengabdikan dirinya, di situ Gereja harus hadir untuk mendampingi, menyapa dan meneguhkan," ujar Romo Yos.
Ia menegaskan pembangunan IKN semestinya tidak berhenti pada infrastruktur. Kesejahteraan masyarakat, keadilan, dan kelestarian lingkungan harus ikut diperhatikan.
Kemajuan Bangsa Tak Cukup Diukur dari Gedung dan Jalan
Menurut Romo Yos, kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari gedung dan jalan yang berdiri. Ukuran lain yang sama penting adalah kemampuan menghadirkan kehidupan bermartabat dan memperkuat persaudaraan.
"Kemajuan harus tetap manusiawi. Kita ingin melihat pembangunan yang membawa kesejahteraan, tetapi sekaligus menjaga lingkungan, menghormati martabat manusia dan memperkuat persaudaraan," katanya.
Iman dan Pengabdian TNI-Polri
Sebagai lembaga yang melayani umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri, OCI menekankan keseimbangan antara iman, profesionalisme, integritas, kehidupan keluarga, dan tanggung jawab kebangsaan. Romo Yos menilai iman semestinya mendorong setiap anggota TNI-Polri menjalankan tugas dengan jujur, adil, dan bertanggung jawab.
"Iman tidak membuat kita menjauh dari tanggung jawab kebangsaan. Justru iman harus membuat kita semakin bertanggung jawab, semakin jujur, semakin adil dan semakin siap melayani bangsa dan sesama," tegasnya.
Pendampingan Rohani, Bukan Mengambil Alih Tugas Negara
Romo Yos menambahkan, Gereja tidak mengambil alih tugas negara. Peran yang dijalankan adalah pendampingan rohani dan penguatan nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Gereja hadir sebagai sahabat perjalanan manusia. Kita mendampingi umat agar dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya, mereka tetap memiliki hati nurani, integritas dan kepedulian terhadap sesama," ujarnya.
Rangkaian kunjungan pastoral Kardinal Suharyo berlangsung hingga Kamis (22/10/2026). Agenda penutup diisi pelayanan pastoral dan silaturahmi bersama unsur Gereja serta institusi negara di Kalimantan Timur.
Lewat kunjungan ini, Gereja menegaskan komitmen berjalan bersama masyarakat di tengah pembangunan IKN. Kemajuan fisik dinilai perlu tetap menghormati martabat manusia dan menjaga lingkungan sekitar.