Pencarian

ISPU di IKN Samboja Tembus 213, Kutai Barat dan Samarinda Ikut Turun Kualitas Udara

Jumat, 16 Oktober 2026 • 17:46:01 WIB
ISPU di IKN Samboja Tembus 213, Kutai Barat dan Samarinda Ikut Turun Kualitas Udara
Kepala DLH Kaltim Joko Istanto menyatakan pihaknya menyiagakan seluruh stasiun pemantau AQMS dan mengawasi wilayah titik rawan emisi.

SAMARINDA — Kepala DLH Kaltim Joko Istanto menyatakan pihaknya menyiagakan seluruh stasiun pemantau Air Quality Monitoring System (AQMS) dan mengawasi wilayah titik rawan emisi. Langkah itu diambil setelah laporan resmi pemantauan ISPU per pertengahan Oktober 2026 menunjukkan dua wilayah masuk kategori sangat tidak sehat.

Stasiun AQMS di Sendawar, Kutai Barat, mencatat lonjakan dari kategori sedang menjadi sangat tidak sehat dengan nilai indeks 192. Sementara kawasan IKN Samboja Wonotirto mencatat angka 213 setelah stasiun pemantau setempat kembali aktif beroperasi.

Mengapa IKN Samboja dan Kutai Barat Paling Parah?

Kondisi atmosfer di Wonotirto terukur pada angka indeks 213, tertinggi di Kaltim. Lonjakan di Sendawar terjadi secara bertahap dari kategori sedang ke sangat tidak sehat. DLH Kaltim menyelaraskan data dari stasiun fisik maupun sistem ISPUnet untuk mempercepat pemetaan paparan emisi udara di tingkat tapak.

"Kami memberikan imbauan kepada masyarakat Sendawar agar mengurangi aktivitas di luar ruangan," ujar Joko.

Samarinda, Balikpapan, dan Penajam Ikut Terdampak

Penurunan kualitas udara tidak hanya terjadi di dua lokasi kritis. Samarinda, Balikpapan, dan Penajam Paser Utara tercatat masuk kategori tidak sehat. Warga di tiga wilayah itu diminta memperhatikan kondisi udara sebelum beraktivitas di luar ruangan.

DLH Kaltim mengintensifkan pemantauan berkala di sejumlah kabupaten dan kota yang mencatatkan indeks pencemaran kategori sangat tidak sehat.

Cara Warga Memantau Kualitas Udara Harian

Joko menyebut masyarakat dapat memantau perkembangan kondisi kualitas udara secara terkini melalui aplikasi ISPUnet. Aplikasi itu menjadi panduan untuk melakukan langkah proteksi kesehatan mandiri.

"Masyarakat dapat memantau perkembangan kondisi kualitas udara secara terkini melalui aplikasi ISPUnet sebagai panduan untuk melakukan langkah proteksi kesehatan mandiri," ucap Joko.

Pemantauan berkelanjutan lewat stasiun AQMS dan ISPUnet diharapkan mempercepat respons di wilayah yang angka ISPU-nya terus bergerak naik.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: eksposkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks