Pencarian

Pemprov Kaltim Tawarkan 12 Proyek Investasi Senilai US$3,8 Miliar, Terbesar Kawasan KEK MBTK US$2,39 Miliar

Rabu, 30 September 2026 • 07:46:02 WIB
Pemprov Kaltim Tawarkan 12 Proyek Investasi Senilai US$3,8 Miliar, Terbesar Kawasan KEK MBTK US$2,39 Miliar
Kepala DPMPTSP Kaltim menyampaikan arah penawaran proyek investasi yang berorientasi pada hilirisasi dan nilai tambah.

SAMARINDA — Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan Iklim, dan Penanaman Modal DPMPTSP Kaltim, Riawati, menyatakan penawaran proyek diarahkan untuk mendorong transformasi ekonomi daerah dari sektor berbasis komoditas mentah menuju kegiatan yang menghasilkan nilai tambah. "Jadi, proyek investasi yang ditawarkan diarahkan ke hilirisasi dan kegiatan yang memberi nilai tambah, termasuk pariwisata berkelanjutan," ujar Riawati kepada wartawan, Selasa (29/9/2026).

Dari 12 proyek yang masuk daftar IPRO, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) di Kutai Timur menjadi penawaran terbesar dengan nilai sekitar US$2,39 miliar. Proyek ini berbeda dari empat proyek industri yang juga ditawarkan di dalam kawasan tersebut.

KEK MBTK Jadi Magnet Utama dengan Lahan 509 Hektare

Kawasan seluas sekitar 509 hektare itu diarahkan untuk pengembangan industri turunan kelapa sawit, pengolahan kayu, dan kegiatan logistik. Investor dapat berpartisipasi melalui skema pengelolaan kawasan.

Selain pengembangan kawasan, empat proyek industri di KEK MBTK juga ditawarkan secara terpisah. Menurut Riawati, proyek turunan kakao bersama tiga proyek industri lainnya di KEK MBTK disusun Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama Sucofindo.

Rincian Empat Proyek Industri di KEK MBTK

  • Industri oleokimia — US$537,5 juta, menghasilkan produk kimia turunan kelapa sawit di atas lahan sekitar 21 hektare, dengan proyeksi internal rate of return (IRR) 13,56 persen.
  • Industri hilir karet — US$298,75 juta, salah satu produk yang diarahkan dikembangkan adalah ban, membutuhkan lahan sekitar 40 hektare.
  • Industri oleofood — US$190,63 juta, memproduksi minyak goreng, margarin, dan shortening di atas lahan sekitar 8 hektare.
  • Industri turunan kakao — US$13,12 juta, mengolah biji kakao menjadi produk bernilai tambah dengan kebutuhan lahan sekitar 4 hektare.

Bontang dan Kutai Barat Ditawarkan Proyek Hilirisasi

Pengembangan Kaltim Industrial Estate (KIE) di Bontang ditawarkan senilai sekitar US$234 juta. Kawasan industri seluas sekitar 202 hektare tersebut telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung.

Di dalam KIE Bontang, Pemprov Kaltim juga menawarkan pembangunan pabrik pupuk NPK berbasis nitrat senilai sekitar US$52,5 juta. Pabrik dengan kapasitas produksi direncanakan mencapai 100.000 ton per tahun itu memakai amonium nitrat sebagai bahan baku dan membutuhkan lahan sekitar 4 hektare.

Sementara di Kutai Barat, proyek pabrik crumb rubber senilai US$3,64 juta dirancang memiliki kapasitas produksi 10.000 ton per tahun. Fasilitas ini diarahkan untuk mengolah karet dari Kutai Barat sehingga bahan baku tidak seluruhnya dikirim ke Kalimantan Selatan, dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

SPAM Sepaku Semoi Dukung Pasokan Air Balikpapan dan IKN

Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku Semoi ditawarkan dengan nilai sekitar US$125 juta. Proyek ini ditujukan untuk menambah pasokan air ke Balikpapan sekaligus mendukung kebutuhan kawasan Ibu Kota Nusantara.

Rencana pengembangannya mencakup jaringan pipa dan instalasi pengolahan air dengan tambahan kapasitas antara 500 hingga 1.000 liter per detik.

Depo Kontainer Balikpapan hingga Hotel dan Resor PPU

Depo kontainer di Balikpapan ditawarkan dengan nilai investasi sekitar US$19,59 juta. Fasilitas tersebut dirancang untuk memindahkan muatan dari kontainer berukuran besar sebelum distribusi ke dalam kota dilakukan menggunakan kendaraan yang lebih kecil.

Dokumen IPRO mencantumkan lahan milik Pemerintah Kota Balikpapan seluas 114.415 meter persegi dengan skema KPBU. Di Penajam Paser Utara, Pemprov Kaltim menawarkan peternakan sapi potong terpadu senilai sekitar US$9,19 juta yang meliputi penggemukan sapi serta budidaya hijauan pakan ternak di atas lahan sekitar 40 hektare.

Proyek tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Kalimantan Timur dan kawasan IKN. Selain itu, pembangunan hotel dan resor di Penajam Paser Utara ditawarkan senilai sekitar US$11,87 juta, meliputi hotel, ballroom, kafe, restoran, dan sarana rekreasi di atas lahan sekitar 6 hektare.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infobenua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks