Pencarian

Pemprov Kaltim Gandeng HPDKI Pacu Budidaya Domba, Pasokan Daging Masih Defisit 40-50 Persen

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:13:02 WIB
Pemprov Kaltim Gandeng HPDKI Pacu Budidaya Domba, Pasokan Daging Masih Defisit 40-50 Persen
Wagub Kaltim Seno Aji menerima audiensi DPD HPDKI Kaltim di Samarinda untuk membahas penguatan budidaya domba.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggandeng Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kaltim untuk memacu budidaya domba guna menutupi kekurangan pasokan daging yang masih defisit 40 hingga 50 persen. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyatakan pemerintah provinsi telah mencanangkan swasembada pangan, khususnya beras, jagung, dan daging. Keterlibatan peternak domba dinilai terbuka lebar untuk mendukung pencapaian swasembada daging di daerah itu.

SAMARINDA — Kebutuhan daging domba di Kalimantan Timur mencapai 1.000 hingga 1.250 ekor per minggu, atau setara 5.000 sampai 6.000 ekor per bulan. Angka itu belum sepenuhnya terpenuhi dari peternakan lokal, sehingga pasokan dari luar daerah masih menjadi andalan.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) HPDKI Kalimantan Timur di Samarinda. Menurut dia, kekurangan daging kambing dan domba di Kaltim harus segera diantisipasi.

“Kami sudah mendapat laporan bahwa peternak-peternak domba Kaltim ini antusiasmenya sangat luar biasa,” kata Seno Aji.

Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah

Seno mengakui Kaltim masih sering mendatangkan daging beku dari Jawa, bahkan domba hidup dari Australia. Ketergantungan itu membuat HPDKI dinilai memiliki peran strategis dalam menekan impor pasokan dari luar daerah.

“Kita juga sering mendatangkan daging-daging beku dari Jawa. Juga domba hidup bahkan dari Australia,” ungkap Seno didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Arief Murdiyatno.

Pemerintah provinsi telah mencanangkan pencapaian swasembada pangan, khususnya komoditas beras, jagung, serta daging. Peluang keterlibatan peternak domba di daerah disebut sangat terbuka lebar untuk berkontribusi, di samping pemenuhan dari komoditas sapi, ayam, dan kambing.

Populasi Domba Melonjak dari 600 Ekor Jadi 3.000-4.000 Ekor

Sekretaris DPD HPDKI Kaltim Adung Karyo Sedio Utomo menjelaskan keanggotaan HPDKI terdiri atas peternak domba se-Kaltim yang menjalankan aktivitas dari hulu hingga hilir, termasuk sektor katering.

“Kami melakukan ternak domba mulai dari budidaya, pemotongan, pemasaran, hingga pengolahannya. Domba tidak hanya menghasilkan daging, tetapi juga pupuk organik dan susu,” ujar Adung.

Ia memaparkan populasi domba milik anggota HPDKI maupun peternak lain di daerah itu melonjak signifikan dari semula 600 ekor menjadi kisaran 3.000 hingga 4.000 ekor.

Harapan untuk Peternak Domba yang Mandiri

Ke depan, Wagub berharap pengurus HPDKI lebih intensif mengedukasi serta menyosialisasikan program kerja dan pangsa pasar kepada para peternak domba di Kaltim.

“Kami berharap HPDKI mampu melahirkan peternak domba yang mandiri, sehingga mendukung percepatan swasembada daging Kaltim,” ucap Wagub.

Defisit pasokan daging domba yang masih 40 hingga 50 persen menjadi pekerjaan rumah bersama. Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan organisasi peternak diharapkan mempercepat pemenuhan kebutuhan daging dari peternakan lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.

Follow halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks