Tinggalkan Persib, Federico Barba Kenang Bobotoh dan Atmosfer Liga Indonesia

Penulis: Taufik Rahman  •  Kamis, 24 September 2026 | 20:20:31 WIB
Federico Barba resmi meninggalkan Persib Bandung dan bergabung dengan Palermo.

KALIMANTAN TIMUR — Federico Barba resmi meninggalkan Persib Bandung dan bergabung dengan klub Serie B Italia, Palermo. Bek berusia 33 tahun itu mengaku kepindahannya ke Sisilia tak lepas dari status Palermo sebagai klub bersejarah dan sosok pelatih Filippo Inzaghi. Barba pun mengenang gairah Bobotoh yang ia sebut setara dengan atmosfer Derby della Capitale.

Keputusan Barba pulang ke Italia diambil usai ia mengantarkan Persib menjuarai Super League musim lalu. Palermo menjadi pelabuhan baru bek yang pernah memperkuat AS Roma dan Empoli tersebut. Baginya, langkah itu bukan pilihan sulit.

Status Palermo sebagai salah satu klub paling bersejarah di sepakbola Italia membuat Barba tak ragu menerima tawaran. Faktor pelatih Filippo Inzaghi, legenda timnas Italia yang ia kenal baik, turut memperkuat keputusannya.

Alasan Barba Pilih Palermo dan Filippo Inzaghi

"Palermo adalah klub bersejarah di Italia," ujar Barba dalam wawancara eksklusifnya bersama GOAL. "Bisa dibilang sejarahnya sudah berbicara sendiri, sejarah yang fantastis. Jelas ini adalah keputusan yang sangat mudah."

Ia menambahkan bahwa sosok Inzaghi sangat memengaruhi kepindahannya. "Pastinya faktor pelatih juga, yang saya kenal baik dan saya tahu kualitasnya. Itu sangat memengaruhi [keputusan] saya," kata Barba.

Meski telah berpisah dengan Bandung, Barba mengaku masih memelihara komunikasi erat dengan mantan pelatihnya di Persib, Bojan Hodak. Menurutnya, Inzaghi dan Hodak punya karakter kepelatihan yang mirip.

"Ya, mereka berdua [Inzaghi dan Hodak] adalah sosok yang luar biasa. Bahkan saya masih sering berkomunikasi dengan Bojan. Mereka sangat mirip dalam mengelola tim, dan sangat bagus dalam hal itu," ungkapnya.

Gairah Bobotoh Disebut Setara Derby Roma-Lazio

Pengalaman bermain di hadapan ribuan suporter Indonesia meninggalkan kesan mendalam bagi Barba. Ia menyandingkan fanatisme pendukung di Indonesia, khususnya Bobotoh, dengan gairah suporter di Italia.

Bahkan, bek asal Italia itu menyebut atmosfer pertandingan Persib mirip dengan Derby della Capitale antara AS Roma dan Lazio. Menurutnya, sepakbola di Indonesia dijalani dengan gairah yang luar biasa.

"Di Indonesia, ada gairah luar biasa untuk sepakbola. Orang-orang hidup dengannya. Mereka bangun di pagi hari dan hanya memikirkan hal itu dan Anda bisa menyerapnya, dari sisi kami Anda bisa merasakannya dengan jelas dari lapangan," ucap Barba.

Soal rivalitas Persib dan Persija Jakarta, Barba mengaku sulit mencari padanannya. Ia menyebut laga tersebut dijalani seperti pertandingan hidup dan mati.

"Jujur sulit. Bagi yang mengikuti sepakbola Italia, mereka selalu membandingkannya dengan Roma-Lazio dalam hal rivalitas. Tapi setelah berada di sana, rasanya tetap agak berbeda karena sebenarnya mereka menjalaninya seperti laga hidup dan mati secara umum," jelasnya.

"Jadi memang sangat emosional memainkan dan merasakan laga itu. Intinya dukungan publik dan semua orang yang selalu mendampingi, menang atau kalah itu sangat berpengaruh. Saya ingin mendoakan mereka karena sayangnya laga berakhir buruk [Persib kalah dari Persija], jadi saya berharap agar mereka langsung bangkit."

Pesan Emosional untuk Bobotoh dan Maung Bandung

Meski kini berseragam Palermo, Barba tetap memantau perkembangan mantan klubnya di Indonesia. Ia mengaku merasa sangat dihargai dan dihormati selama berkarier di Bandung.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh fans dan semua Bobotoh, itu sebutan mereka," ujar Barba. "Dan saya ingin berterima kasih sekali lagi karena mereka sangat fantastis, bahkan sampai sekarang pun saya masih merasakan kedekatan mereka."

"Saya ingin menyampaikan peluk hangat untuk semuanya, dan jelas mendoakan yang terbaik untuk masa depan mereka karena mereka telah memperlakukan saya seperti bagian dari mereka, dan mereka pantas mendapatkan yang terbaik. Terima kasih," tutupnya.

Kepindahan Barba ke Palermo menandai babak baru dalam kariernya di Serie B. Sementara bagi Persib, kepergian bek andalannya menjadi pekerjaan rumah tersendiri jelang kompetisi musim depan.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: goal.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top