Kementerian Lingkungan Hidup Pasang Alat Uji Emisi di Sejumlah Titik Penajam Paser Utara, Pantau Kualitas Udara Saat Kemarau

Penulis: Okta Nugraha  •  Sabtu, 26 September 2026 | 13:17:02 WIB
Petugas memasang alat uji emisi di sejumlah titik di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Kementerian Lingkungan Hidup memasang alat uji emisi di sejumlah titik di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, untuk memantau fluktuasi kualitas udara harian selama kemarau berlangsung. Alat ditempatkan di area transportasi, permukiman, perkantoran, dan industri, serta dapat dipindah atau diperbarui secara berkala. Pemantauan menyusul kondisi udara yang belum merata antarwilayah di kabupaten itu.

PENAJAM — Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara Rakhmadi menyatakan pemasangan alat uji emisi dilakukan bersama pemerintah provinsi. Alat itu berfungsi membaca perubahan kualitas udara dari hari ke hari.

"KLH dan pemerintah provinsi memasang alat uji emisi di sejumlah titik untuk melihat fluktuasi kualitas udara harian," ujar Rakhmadi di Penajam, Sabtu.

Kualitas Udara Baru Merata di Sebagian Wilayah

Hasil pemantauan sementara menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah mulai membaik. Perbaikan itu belum terjadi di seluruh kecamatan di Penajam Paser Utara.

Di Kecamatan Penajam dan Waru, kualitas udara terpantau membaik setelah beberapa hari lalu hujan mengguyur wilayah tersebut. Kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Babulu dan Sepaku yang belum diguyur hujan.

Perbedaan curah hujan antarwilayah membuat hasil pemantauan tidak seragam. Alat uji yang bisa dipindah memungkinkan petugas menyesuaikan titik pemantauan sesuai kebutuhan lapangan.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diwajibkan memakai masker yang menutup hidung dan mulut.

Imbauan lain mencakup menutup pintu dan jendela saat kualitas udara memburuk. Warga juga diminta menghindari pembakaran sampah dan rutin menjaga kebersihan rumah dengan cara yang meminimalkan debu.

Langkah tersebut disampaikan Rakhmadi sebagai bagian dari upaya mengurangi paparan polusi selama kemarau. Pemantauan kualitas udara diperkirakan berlanjut mengikuti perkembangan cuaca di masing-masing kecamatan.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top