Wabup Paser Buka FASI XIII, 13 Cabang Lomba Diikuti Santri TKA-TPA-TQA

Penulis: Taufik Rahman  •  Selasa, 29 September 2026 | 09:34:02 WIB
Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari membuka FASI XIII Kabupaten Paser di MIN 1 Paser, Minggu (27/9).

Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari membuka Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Kabupaten Paser Tahun 2026 di MIN 1 Paser dan MTsN 1 Paser, Minggu (27/9). Kegiatan yang digelar LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Paser ini mempertandingkan 13 cabang perlombaan bagi santri Taman Kanak-kanak Al-Qur'an, Taman Pendidikan Al-Qur'an, dan Ta'limul Qur'an Lil Aulad. Ikhwan berharap FASI tidak berhenti sebagai ajang lomba, tetapi menjadi bahan evaluasi pembinaan keagamaan anak di Paser.

PASER — Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) XIII Kabupaten Paser resmi dibuka di dua lokasi sekaligus, MIN 1 Paser dan MTsN 1 Paser. Ajang yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Paser itu mempertemukan santri dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur'an di daerah tersebut.

Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari menegaskan pendidikan berbasis agama punya posisi yang tidak bisa digantikan pendidikan umum. Fondasi akidah dan akhlak, menurutnya, harus ditanamkan lebih dulu sebelum anak melangkah lebih jauh.

"Pendidikan sangat penting, namun pendidikan berbasis agama jauh lebih penting. Berikan fondasi akidah, bekali dengan akhlakul karimah, lalu biarkan anak muda terbang mencari ilmu, membangun jaringan, merajut masa depan," kata Ikhwan.

13 Cabang Lomba dari Azan hingga Cerdas Cermat Al-Qur'an

FASI XIII Kabupaten Paser diikuti santri TKA, TPA, dan TQA dengan 13 cabang perlombaan. Cabang-cabang tersebut meliputi:

  • Azan dan iqamah
  • Peragaan shalat
  • Ceramah agama Islam
  • Kisah Islami
  • Menggambar dan mewarnai gambar
  • Kaligrafi
  • Tartil dan tilawah Al-Qur'an
  • Tahfidz Juz Amma
  • Ikrar dan puitisasi terjemah Al-Qur'an
  • Nasyid Islami
  • Cerdas cermat Al-Qur'an

Pelaksanaan FASI dilakukan secara berjenjang, mulai tingkat kecamatan hingga tingkat nasional. Pola ini berfungsi ganda: sebagai wadah pembinaan sekaligus penjaringan santri berprestasi di bidang pendidikan Al-Qur'an.

FASI sebagai Ruang Silaturahim, Bukan Sekadar Kompetisi

Ikhwan menilai FASI punya fungsi sosial yang jarang disorot. Selain menjadi ajang perlombaan kreativitas santri, kegiatan ini mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antarlembaga pendidikan Al-Qur'an di Paser.

"Sudah semestinya Festival Anak Saleh atau FASI ke-13 tahun 2026 dimaknai sebagai salah satu media untuk memperkokoh silaturahim fungsional dalam upaya menopang ukhuwah Islamiyah," ujarnya.

Menurut Ikhwan, FASI juga memperkuat sinergi antara pengurus LPPTKA-BKPRMI, pengelola, guru, dan santri TKA, TPA, serta TQA. Kolaborasi lintas lembaga itu dinilainya penting untuk menjaga kualitas pembinaan keagamaan anak-anak di Kabupaten Paser.

Hasil FASI Diminta Jadi Umpan Balik Kurikulum

Wakil bupati mendorong agar pelaksanaan FASI tidak berhenti pada aspek perlombaan. Hasil evaluasi dari ajang ini, katanya, dapat menjadi umpan balik untuk meningkatkan kurikulum dan proses pembelajaran agama mulai jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.

Ia berharap para santri membawa nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti pendidikan Al-Qur'an ke kehidupan sehari-hari. Pesan itu disampaikannya dengan menyentuh peran keluarga.

"Kelak ia akan pulang, menjawab doa ibu ayahnya, dengan membawa ilmu, membawa manfaat bagi kampung halaman, negeri dan umatnya," kata Ikhwan.

Santri Diminta Kembangkan Kemampuan dan Kecintaan pada Al-Qur'an

Ketua Panitia FASI XIII Kabupaten Paser Moh. Safir mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an.

Ia menambahkan keterlibatan santri dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur'an menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda Paser yang memiliki kemampuan keagamaan serta karakter yang baik.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top