Angkasa Pura Salurkan Bantuan Ibu Hamil dan Balita di Banyuwangi

Penulis: Prayoga Santana  •  Selasa, 29 September 2026 | 12:50:31 WIB
Perwakilan PT Angkasa Pura menyerahkan paket nutrisi kepada ibu hamil dan balita di Puskesmas Badean, Banyuwangi.

KALIMANTAN TIMUR — PT Angkasa Pura menyalurkan 96 paket nutrisi bagi ibu hamil dan balita di sekitar Bandara Internasional Banyuwangi dengan nilai total Rp 30 juta. Bantuan menyasar 23 ibu hamil, 18 balita usia 1 tahun ke atas, dan 7 balita dengan kondisi khusus di dua lokasi penyaluran.

Bandara Internasional Banyuwangi menggelar penyaluran paket nutrisi melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) InJourney Airports Peduli Stunting. Penyaluran dilakukan dua tahap di Puskesmas Badean dan Kantor Desa Karangbendo.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Banyuwangi, kepala puskesmas, kepala desa, camat, serta manajemen bandara. Paket bantuan berisi susu formula, MPASI, dan telur untuk mendukung asupan gizi penerima manfaat.

Siapa Saja Penerima Bantuan Nutrisi

Sebanyak 96 paket nutrisi disalurkan kepada tiga kelompok sasaran. Rinciannya, 23 ibu hamil, 18 balita usia 1 tahun ke atas, dan 7 balita dengan kebutuhan gizi khusus.

Bantuan tidak berhenti pada pemberian makanan tambahan. Petugas gizi dari puskesmas dan kader posyandu melakukan pendampingan, edukasi gizi, serta pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita.

Pendekatan menyeluruh ini menyasar asupan nutrisi sekaligus perilaku kesehatan keluarga dan lingkungan. Dua faktor tersebut berpengaruh pada perbaikan dan kecukupan gizi balita dalam jangka panjang.

Empat Tahun Berjalan, Angka Stunting Menurun

General Manager Bandara Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menyebut program ini sebagai kontribusi berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di Bumi Blambangan. Program InJourney Airports Peduli Stunting telah berjalan empat tahun.

"Kami berharap bantuan ini memberi dampak positif bagi ibu hamil dan anak-anak di masa tumbuh kembang mereka, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan baik serta bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas," ujar Holik di sela kegiatan, Selasa (29/9/2026).

Holik menambahkan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dalam menekan stunting. Bandara berkolaborasi dengan pemerintah desa, camat, Dinas Kesehatan, dan puskesmas untuk memastikan program tepat sasaran.

"Program ini kita jalankan secara rutin dan berkesinambungan. Berdasarkan informasi puskesmas, Alhamdulillah angka stunting wilayah sekitaran Bandara Internasional Banyuwangi mengalami penurunan," ungkapnya.

Cerita Ibu Penerima Manfaat

Siti Nurkholisyah, warga Desa Badean yang tengah hamil dua bulan, menjadi salah satu penerima bantuan. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas paket nutrisi dari Bandara Internasional Banyuwangi.

"Terima kasih kepada Bandara, bantuan ini tentu sangat bermanfaat, dan semoga berkah dan bisa berlanjut kedepannya. Mudah-mudahan Bandara Banyuwangi bisa maju berkembang," kata Siti.

Peran Bantuan Gizi bagi Ibu Hamil dan Balita

Masa kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan anak menjadi periode krusial bagi pertumbuhan. Asupan gizi yang cukup di fase ini membantu mencegah stunting dan mendukung perkembangan kognitif anak.

Pemantauan rutin di posyandu dan puskesmas memungkinkan deteksi dini jika berat badan atau tinggi anak tidak sesuai usia. Ibu hamil dan orang tua balita bisa memanfaatkan layanan tersebut secara gratis.

Program CSR seperti InJourney Airports Peduli Stunting melengkapi upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting. Kolaborasi antara sektor swasta, puskesmas, dan kader posyandu memperluas jangkauan bantuan hingga tingkat desa.

Bagi ibu hamil dan orang tua balita di sekitar Bandara Banyuwangi, informasi soal jadwal penyaluran bantuan tahap berikutnya bisa ditanyakan langsung ke puskesmas atau kantor desa setempat.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: kabarbanyuwangi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top